[3shots Collection] 96 – Teaser

96

[3shots Collection] 96 – Teaser

by

Jung Minrin (@reddsky_10)

SNSD || etc.

Length : 3shots || Rating : PG-15 || Genre : Romance, Family, Friendship, Sad, Fluff

Inspired by :

other fanfictions, novels, mangas, movies, and songs
Disclaimer :

The casts are not mine, but the plot is truly mine.

So, don’t dare to take it without my permission

Dedicated to :

SNSD and SONE for 6th Anniversary of SNSD

Author Note :

The concept is similar with Seoul, I’m in Love.

And the pairings are not only EXOShiDae. So, you may skip other pairings if you don’t like it. Don’t bash the pairings I’ve chosen, please.

Hope you enjoy and like it ^^

Happy reading to you all ^o^

.

when I walked away and you just disappeared from this universe

will fate meet us again?

.

Jessica Jung – Kris Wu

Jessica menundukkan kepalanya dalam-dalam. Batinnya mengumpat dalam diam. Mengapa dari sekian banyak pelanggan di butik ibunya, ia harus bertemu dengan pria brengsek yang menyebalkan ini?

“Hei, aku bicara padamu, Nona,” celetuk pria itu dengan nada bicara yang terdengar gusar dan jengkel.

Jessica tidak bergerak selama beberapa detik. Hingga akhirnya, ia memutuskan untuk mendongakkan kepalanya dengan penuh keyakinan. Matanya menatap dalam sepasang mata milik pria jangkuk di hadapannya itu. “Maaf, apa yang bisa kubantu, Tuan Wu?” tanya Jessica dengan desisan yang terdengar tajam.

Pria yang dipanggil ‘Tuan Wu’ oleh Jessica itu mengernyitkan dahinya. “Maaf? Kau memanggilku apa?” tanyanya dengan suara yang agak pelan, seolah sedang tidak percaya atas apa yang telah didengarnya. “Kau tahu namaku?”

Jessica tak bisa berkata-kata lagi, selain mengerjapkan mata indahnya beberapa kali. Ia meneliti setiap detail pria yang berdiri di hadapannya itu. Ia yakin bahwa ia tak salah lihat. Pria itu sangat mirip dengan Kris Wu. Yah, kecuali jika ada seseorang yang dengan sengaja mengoperasi wajahnya sehingga mirip dengan Kris Wu.

Tapi, jika pria itu benar-benar Kris Wu, bagaimana mungkin, Kris tidak mengenalinya?

.

Kim Taeyeon – Byun Baekhyun

“Noona, kau harus mengajariku menyanyikan lagu ini.”

Taeyeon mengangkat kepalanya dengan enggan. Jujur saja, ia sedang tak ingin bertemu dengan bocah yang sudah berdiri di balik meja kerjanya itu. Bahkan, mendengar suara indah bocah itu pun mampu membuat mood Taeyeon memburuk. “Lagu apa?” tanya Taeyeon malas. Matanya tidak menatap secara fokus pada lawan bicaranya.

“Ini.” Pemuda itu menyerahkan selembar kertas pada Taeyeon.

Taeyeon merebut kertas itu dengan kasar dan membacanya dengan tak sabaran. Ia harus segera menyelesaikan masalahnya dengan pemuda bernama Baekhyun itu, sehingga ia bisa bebas beristirahat tanpa diganggu olehnya. Seketika, raut wajah Taeyeon berubah kala membaca tulisan besar yang tertera pada bagian atas kertas.

A Whole New World

Kenangan-kenangan tentang masa kecil itu kembali berputar dan menghantui otak Taeyeon. Kepalanya terasa berat dan pening. Rasanya sangat pusing, hingga ia nyaris jatuh pingsan.

“NOONA!” Baekhyun segera berlari ke sisi lain meja Taeyeon dan menyangga tubuh Taeyeon yang nyaris terjatuh.

Dengan kesadaran yang mulai menghilang, Taeyeon berbisik lemah pada Baekhyun, “Siapa kau sebenarnya, Byun Baekhyun?”

.

Lee Sunny – Kim Suho

“Kita bertemu lagi, Lee Sunkyu.”

Sunny hanya bisa menggeram pelan, ketika ia melihat pria yang paling tak ingin ditemuinya dalam hidupnya. Matanya menatap tajam dan penuh kebencian pada pria itu.

Hal itu justru membuat pria tampan di hadapan Sunny terkekeh pelan. “Tak perlu tegang, Sunkyu,” komentarnya sambil mengibaskan tangannya.

“Aku tidak tegang, Kim Joonmyeon,” desis Sunny pada pria bernama Kim Joonmyeon-atau yang akrab dipanggil Suho itu. Sunny sama sekali tidak merasa akrab dengan pria itu, jadi ia tak perlu memanggilnya Suho.

“Lalu, ekspresi macam apa itu?” tanya Suho meremehkan.

Sunny menggertakkan giginya, menunjukkan betapa jengkelnya dia atas segala sikap yang ditunjukkan Suho. Tangannya mengepal kuat. Ia berusaha menahan dirina untuk tidak menyerang pria itu dengan melayangkan pukulan pada wajahnya. Bagaimanapun juga, Sunny dididik menjadi wanita terhormat dan tidak seharusnya ia berkelakuan rendahan seperti itu. Ia harus tetap terlihat classy di hadapan Suho. “Ekspresi penyesalan, mungkin?” balas Sunny, akhirnya.

Suho mengernyit tak mengerti.

“Penyesalan karena aku tak membunuhmu pada pertemuan terakhir kita dulu.”

.

Tiffany Hwang – Choi Siwon

Tiffany tak bisa menahan degup jantungnya yang terdengar makin keras, saat pria Choi itu melangkah semakin dekat ke arahnya. Ia hanya bisa menundukkan kepalanya, berharap pria itu tak menyadari raut aneh pada wajahnya atau rona merah di pipinya. Sungguh, Tiffany tak ingin mempermalukan dirinya sendiri di hadapan pria yang dikaguminya sejak lama itu.

“Tiffany Hwang?” Sebuah suara berat memanggil nama Tiffany.

Tanpa mendongak pun, Tiffany bisa menduga siapa yang memanggil namanya. Suara itu selalu berhasil membuat dadanya berdesir. Dan hanya suara Choi Siwon-lah yang bisa membuatnya begitu. Tiffany mengangkat wajahnya secara perlahan. “Yes?”

Pria itu tersenyum kecil, menampilkan sepasang lesung pipit yang menambah tingkat ketampanannya. “I’m Andrew Choi, anyway.”

Tiffany tertawa dalam hati. Tentu saja, ia mengenal pria ini dengan baik. Pria bernama Choi Siwon atau Andrew Choi ini. Namun, ia bersikap seolah sama sekali tak mengenal Siwon. Ia pun mengangguk kecil sebagai jawabannya. “Silakan duduk, Tuan Choi,” ucap Tiffany sambil menunjuk kursi di hadapannya.

Siwon menggumamkan kata ‘terima kasih’ dan segera mengambil duduk di hadapan Tiffany. “Sejujurnya…”

Intro lagu Haven’t Met You Yet milik Michael Buble mengalun pelan memenuhi restoran yang dikunjungi Tiffany dan Siwon itu. Lagu itu seolah menjadi backsound untuk pertemuan indah diantara Tiffany dan Siwon siang hari itu.

“…aku tak tahu apa yang harus dilakukan pada kencan pertama kita. Aku tak pernah berkencan sebelumnya,” aku Siwon agak malu.

Tiffany meringis. “Never mind,” balas Tiffany halus. “Ini juga kencan pertamaku,” ungkap Tiffany jujur. Yah, tentu saja, ia senantiasa mengharapkan Siwon. Dan hatinya begitu berbunga-bunga ketika mendengar bahwa dirinya adalah wanita pertama yang dikencani Siwon. “Kita bisa belajar bersama.”

Sepertinya, ini akan menjadi awal yang baik untuk dua sejoli ini.

.

Shim Changmin – Choi Sooyoung – Cho Kyuhyun

“Kau membuatku malu, Shim Changmin,” desis Sooyoung pelan pada pria jangkung yang mengiringi sepanjang langkahnya.

Pria jangkung bernama Changmin itu tak mengindahkan sindiran Sooyoung padanya dan melanjutkan kegiatannya memakan tahu petis, mengabaikan bahwa wajahnya nampak belepotan akibat cara makannya yang tak kenal aturan. “Kau tahu, seluruh makanan di Indonesia sangatlah enak, Choi Sooyoung. Kau harus mencicipinya,” celetuk Changmin mengusulkan.

Sooyoung mendengus pelan. “Ya, tapi tidak seperti dirimu,” balasnya pelan. Matanya memandang risih ke arah Changmin yang benar-benar tak beretika dalam makan. Meskipun Sooyoung dikenal sebagai food monster, mirip seperti Changmin, namun ia tak pernah makan seberantakan Changmin. “Aku menyesal telah melewatkan tawaran Siwon Oppa dan malah berkencan dengan pria ini,” dengusnya lirih.

Sepetinya, Changmin terlalu menikmati makanannya dan tak memperhatikan Sooyoung dengan seksama.

Sooyoung merasa ini adalah kesempatan yang bagus untuk kabur sejenak dari pria bermarga Shim itu. Ia pun mengambil langkah lebar menjauhi Changmin.

Syukurlah, pria itu masih belum menyadarinya.

Sooyoung kembali mengambil langkah lebar. Dan setelah memastikan bahwa Changmin benar-benar tak mengawasinya, ia pun segera berlari secepat yang ia bisa dengan heels 7 cm miliknya. Sesekali, ia menoleh ke belakang, untuk memastikan Changmin belum menyadari kehilangannya.

Dan…

BRUK!

“ARGH!”

.

Kwon Yuri – Jung Yunho

“Akhirnya, aku menemukanmu lagi…”

Tubuh Yuri terasa kaku, ketika pria asing yang memesan minuman padanya itu memeluknya secara tiba-tiba. Bahkan, depakan pria itu pada tubuhnya justru semakin erat. Yuri memang tak mengenal pria itu, namun ada sebersit rasa sindu yang bersemai dalam hatinya. Apa yang sebenarnya sedang terjadi?

“Hei, Tuan! Jangan seenaknya menyentuh karyawanku!” bentak sebuah suara yang Yuri kenal dengan baik.

Yuri bisa menangkap sosok Manager Shin yang berjalan cepat ke arahnya, bersama beberapa boduguard-nya.

Salah satu bodyguard Manager Shin menarik kasar bahu pria yang telah memeluk Yuri. “Hei, Bung! Jangan menyentuh wanita ini dengan sembarangan!” serunya.

Pria itu menatap kesal ke arah bodyguard tersebut. “Cih, siapa kau seenaknya melarangku?” tanyanya jengkel.

“Kau harus membayar segalanya, Tuan,” balas Manager Shin sinis.

“Huh!” Pria itu mendengus keras. Ia segera merogoh saku celananya. “Berapa yang harus kubayar untuk mendapatkan wanita ini seutuhnya, eh?” tanyanya dengan angkuh. Tanpa menunggu jawaban, pria itu sudah melemparkan dompetnya tepat pada wajah Manager Shin. “Ambil berapapun yang kau mau. Kalau merasa kurang, katakan saja!”

Yuri terbelalak kaget melihat tingkah pria itu.

Manager Shin juga menganga tak percaya. Ia segera memungut dompet tersebut dan matanya menangkap sebaris nama yang ditemukannya dalam dompet tersebut. “J-jung Yunho?” gumamnya secara tak sadar.

“Ne, aku Jung Yunho. Waeyo?” tanya pria itu jengkel. Ia kembali menghadap Yuri. “Sekarang, mari kita pulang, Princess,” ucap pria yang mengaku bernama Yunho itu.

Yuri tak mengerti dengan ucapan pria itu.

“Ayo, Song Yura.”

Dan Yuri pun semakin bingung.

.

Kim Hyoyeon – Zhang Yixing

Hyoyeon memeluk erat foto sepupunya. Tubuhnya tengah duduk bersimpuh di depan makam sepupunya yang baru saja meninggal. Matanya sudah mengeluarkan banyak air mata sejak 30 menit yang lalu. Kenyataan bertubi-tubi yang ia dapatkan nyaris membuatnya mati. Namun, ia sadar, bahwa ia harus hidup demi Yoona, sepupu yang sangat ia sayangi itu.

“Kim Hyoyeon…”

Hyoyeon mengenali suara itu dengan sangat baik. Suara milik seorang pria yang pernah sangat dicintainya. Dan suara pria yang kini sangat dibencinya. Ia mendongakkan kepalanya. Matanya yang basah itu menampakkan kilatan penuh amarah. “Apa yang sedang kau lakukan disini, Lay?” tanya Hyoyeon sinis. “Oh, atau aku harus memanggilmu dengan nama Zhang Yixing? Aku sungguh tak menyangka telah tertipu olehmu.” Kalimatnya itu diiringi dengan kekehan.

“Kau salah paham, Hyo. Kau harus mendengarkan penjelasanku,” ucap Lay memelas.

Hyoyeon memejamkan matanya. Tangannya kembali memeluk erat bingkai foto Yoona. “Tidak, aku tidak akan pernah percaya padamu,” ucapnya lirih. “Semua bukti sudah jelas mengarah padamu.”

“Tapi Hyo…”

Hyoyeon membuka matanya lagi. Kali ini, mata itu menunjukkan kepedihan yang mendalam. “Kenapa, Lay? Kenapa kau harus melukai hatiku seperti ini? Kenapa kau hanya mendekatiku untuk membalaskan dendammu pada Donghae Oppa? Aku bahkan tak berurusan dengan Donghae Oppa. Dan kenapa kau juga harus menyeret-nyeret Yoona dalam masalah ini?” tanya Hyoyeon bertubi-tubi.

Lay mengusap wajahnya yang kusut itu dengan kasar. “Karena kau tak mengerti atas apa yang terjadi sesungguhnya, Kim Hyoyeon! Kau tak tahu kenyataan yang sesungguhnya! Kau hanya percaya pada keluarga Kim-mu yang penuh omong kosong dan memuak-”

PLAK!

.

Im Yoona – Lee Donghae

“Umma masih hidup, Appa!”

Donghae mengangkat tangannya ke atas dan bersiap melayangkan tamparannya pada gadis kecil yang berdiri di hadapannya. “Berhenti mengatakan hal itu, Lee Haena!”

PLAK!

Gadis kecil itu jatuh tersungkur di atas lantai dingin rumahnya yang yang megah. Matanya yang sudah basah itu mulai meneteskan air mata. Hatinya tersayat karena Appa-nya membentak, bahkan menamparnya. Bibir mungilnya itu mulai mengeluarkan isakan tertahan.

“Kau sama saja dengan Umma-mu! Sama-sama menyusahkan!” teriak Donghae sekali lagi pada Haena, putri kandungnya. “Kenapa kau tak sekalian mati menyusul ibumu, hah?!”

Haena sama sekali tak berani membalas ucapan Appa-nya. Lagipula, ia sudah kehabisan tenaga untuk melawan. Ia hanya bisa terisak pelan, meratapi nasibnya yang kian memburuk.

Donghae menghembuskan nafasnya dengan kasar, lantas meninggalkan Haena yang masih terduduk di atas lantai.

Haena memeluk kaki-kaki mungilnya dengan erat. Pandangannya yang mulai buram itu menangkap sosok cantik yang terlihat samar-samar di hadapannya. “U-umma?”

Sosok cantik itu tersenyum tipis dan berucap, “Kau harus bertahan, Lee Haena. Demi Umma dan Appa.”

.

Xi Luhan – Seo Joohyun – Oh Sehun

“Seohyun Noona!” Sehun berlari secepat mungkin untuk menjangkau Seohyun yang sudah jatuh tersungkur di atas tanah. Ia langsung memeluk tubuh gadis yang beberapa tahun lebih tua darinya itu. “Noona, gwaenchana?” tanyanya cemas.

Seohyun menundukkan kepalanya. Ia menggeleng lemah. Namun, suara isakan kecil lolos dari bibirnya.

Sehun mendongakkan kepalanya. Matanya menatap nyalang pada pria yang berdiri tak jauh darinya, di teras rumah. “Apa yang kau lakukan pada Noona-ku, Xi Luhan?!” teriak Sehun pada Luhan. Ia mengabaikan sopan santun yang seharusnya ia tunjukkan pada pria yang lebih tua darinya itu.

Luhan tak menjawab apa-apa. Tubuhnya bergetar pelan. Kakinya bergerak mundur lamat-lamat. Hingga akhirnya, punggungnya pun menumbuk dinding. Matanya mulai berair. Tubuhnya yang sudah menempel pada dinding itu pun merosot pelan. Kakinya tertekuk dan Luhan pun memeluknya dengan erat. “A-apa yang telah kulakukan, Tuhan?”

END of TEASER

.

Mana bagian yang kalian suka, nih? Urutan ff-nya nanti sesuai dengan urutan yang kutulis di teaser ini.

Maaf, kalau aku balik bukannya bawa lanjutan ff series. FF series masih aku siapin dan aku janji bakalan rajin update bareng ff ini. Soalnya, ide ff ini muncul pas baca temen-temen SONE yang ngomongi anniv-nya SNSD. Aku bukan SONE, jadi nggak tahu, kalau SNSD lagi anniv-an.

Judulnya terinspirasi dari hashtag buat anniv-nya SNSD, yaitu : #9irls6eneration Ada angka 96-nya, kan? Tapi, sebenarnya ada makna tersembunyi dari pemilihan angka 96 itu. Soalnya, ada kaitannya sama inti keseluruhan dari 3shots collection ini.

Okay, don’t froget to leave your comment😉

Please, jangan bashing couple yang aku pilih. Karena aku milih pairingnya sesuai dengan kebutuhan cerita, bukan karena aku suka sama pairingnya. So, I have some logical reasons to choose these pairings.

Love,

Jung Minrin

4 responses to “[3shots Collection] 96 – Teaser

  1. Pingback: [3shots Collection] 96 – Broken Past (1st shot) | Red Ocean, Red Sky·

Mind to Leave Your Trail?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s