[Mini Series] Another Paradise – Prologue

Another Paradise New

Another Paradise

PROLOG

by

Jung Minrin (@reddsky_10)

transformed from Idwinaya

SNSD Yuri || EXO-M Tao || EXO-K Suho || EXO-M Chen || SNSD Sooyoung || etc.

Length : Mini Series || Rating : PG-17 || Genre : Romance, Action, Sad

WARNING :

VIOLENCE! HARSH WORDS! DEATH CHARA!

Author Note :

Sorry for being such a jerk to you all >,<

I have been disappeared for such a long time, coz I’m really busy for registering to the new school. I also want to apologize for not updating my series soon, coz all the files of my series were lost by someone I know (this is so –menjengkelkan-, you know?). And for Another Paradise, I have to change the plot, coz the last plot I’ve made were lost. I’m too lazy to think the same plot, so I change it into a new plot. I hope you don’t mind about this. If you mind, you can just leave this fic🙂

The rest, happy reading to you all ^o^

.

when an angel falls down, it will look for another paradise…

.

“Sepertinya, Tuan Muda membutuhkan hiburan.”

Pria yang dipanggil Tuan Muda itu menolehkan kepalanya secara perlahan ke arah pria yang sedang berdiri di sampingnya. “Huh?”

Pria yang berdiri itu tersenyum kecil. “Saya cukup mengenal Anda, sehingga saya bisa menyimpulkan bahwa Anda sedang jenuh dan butuh hiburan, Tuan Muda.”

Sang Tuan Muda mengalihkan pandangannya, kembali menatap ke arah gelas di tangannya yang masih menyisakan alkohol. Pria itu termenung cukup lama, memberikan waktu bagi otaknya untuk berpikir. “Hiburan macam apa yang bisa kau berikan untukku?”

Pria yang berdiri menarik sebuah senyuman asimetris, yang terkesan seperti sebuah seringaian yang mengerikan. “Percayakan pada saya dan saya jamin bahwa besok pagi, Anda akan merasa bahagia, Tuan Muda,” jelasnya dengan penuh percaya diri.

Sang Tuan Muda menenggak alkohol yang tersisa di gelasnya hingga tandas. Kepalanya kembali tertoleh pada pria yang berdiri disampingnya. Mata sipit dengan ciri khas memiliki kantung mata itu menyorot tajam. “Clear it for me, only if you still wanna see the sunrise tomorrow.”

Lagi-lagi, pria yang berdiri itu menyunggingkan sebuah senyuman asimetris. “Copy that, Sir.”

.

Pria tampan berkantung mata itu menyusuri sebuah lorong sempit yang dipenuhi dengan dentuman keras yang berasal dari ruangan sebelah. Dalam hati, ia hanya merutuki kesal atas sikap Asisten Pribadinya. ‘Haruskah pria sepertiku menyusuri lorong-lorong sempit seperti ini?

Kedua kaki panjangnya senantiasa melangkah, hingga ke ujung lorong sempit tersebut. Kepalanya menoleh ke arah sebuah pintu di sisi kanannya.

308

Pria itu menundukkan kepalanya, melihat dengan seksama ke arah secarik kertas yang berada dalam genggamannya, karena pencahayaan yang sangat minim di sekitar lorong tersebut. “Tiga nol delapan,” ejanya dengan suara sedang, namun tidak terlalu terdengar karena teredam oleh dentuman yang masih menggema di lorong.

Pria itu yakin bahwa tulisan pada secarik kertas yang dibawanya, sama persis dengan tulisan di papan yang menggantung di depan pintu. Dengan penuh keberanian, ia pun memutar kenop pintu.

CKLEK!

Didorongnya daun pintu, sehingga muncul secercah cahaya dari dalam ruangan tersebut. Pria itu melongokkan kepalanya, sambil mengambil satu langkah untuk masuk ke dalam ruangan. Kedua mata sipitnya langsung tertuju pada sosok yang meringkuk di atas sebuah ranjang berukuran king size yang berada di dalam ruangan tersebut―atau mungkin lebih tepat disebut dengan kamar.

Pria itu memang sudah bisa menebak jenis hiburan yang dimaksudkan oleh Asisten Pribadinya. Namun, entah kenapa, ada rasa aneh, ketika ia melihat sosok yang terlihat begitu rapuh, meski ia baru melihat punggungnya saja.

Pria itu mengambil langkah sekal lagi dan terus mendekati ranjang untuk memastikan keadaan sosok yang meringkuk itu. Dan ia baru menyadari bahwa punggung sosok itu bergetar pelan. Terdengar suara isakan kecil diantara suara dentuman yang masih menggema.

Kini, pria itu mulai ragu. Rasa aneh yang menyelimuti dirinya itu terasa semakin kuat. Otaknya memerintahkan untuk segera angkat kaki dari tempat itu dan melupakan apapun yang terjadi malam itu. Namun, batinnya menolak keras untuk pergi dan justru memerintahkan untuk bertahan di tempat itu.

Tapi, untuk apa?

Entahlah, pria itu pun tak tahu.

Namun, ia selalu tahu bahwa insting-nya lebih tepat dibanding logikanya. Ia pun mengikuti apa yang diperintahkan batinnya dan terus mendekati sosok itu.

SRET!

“Pergi!” perintah sosok ringkih yang kini sudah menatap tajam ke arah sang pria.

Pria itu terkesiap. Kedua matanya mengerjap kaget, karena pergerakan tiba-tiba dari sosok tersebut―yang ternyata adalah seorang perempuan.

Perempuan itu terisak. Kedua mata indahnya mulai menitikan air mata. “K-kumohon, jangan sentuh aku. Lepaskan aku.” Bibir seksinya itu bergetar pelan.

Selama sekian detik, sang pria masih berusaha mencerna kejadian yang terjadi di depan matanya. Otaknya terasa seperti kosong, ketika menatap sosok tersebut.

“Hiks, k-kumohon,” bisik perempuan itu. Ia pun memeluk tubuhnya sendiri denga erat. “O-oppa, bantu aku. Aku takut,” racaunya gugup.

Dan detik itulah, sang pria berkantung mata itu tersadar akan sesuatu. Ia tidak menuruti kata-kata sang perempuan. Ia justru melompat dan memeluk erat tubuh perempuan itu.

“Sooyoung!”

TBC

Duh, akhir-akhir ini, aku menghadapi banyak hal berat. Pertama, hilangnya file ff series. Kedua, sibuk ngurusin pendaftaran sekolah. Ketiga, mempersiapkan ulang seluruh ff series. Untuk yang ketiga, aku berusaha mati-matian, karena readers udah kuanggap kayak sahabat sendiri, jadi aku berusaha untuk nepati janji sama kalian. Tapi dalam kurun waktu ini, aku mau nyelesaiin Another Paradise (karena formatnya aku pake Mini Series) dulu. Setelah itu, baru ke Extraordinary Love🙂

Rombakan ff ini tuh melenceng jauh sama ff aslinya. Soalnya, ini otak udah capek mikir, fiuh… Kalau sebelumnya, Another Paradise itu bergenre fantasy, kali ini genrenya lebih ke action (ada fantasy-nya dikiit >,<) Terus, cast-nya juga aku ganti. Soalnya, kalo pake cast yang lama, ntar malah numpukin ff dengan cast sering. Jadi, cast yang aku pake disini emang cast jarang😀

Hm, hati-hati juga sama ff ini, karena ff ini agak mengarah ke rate M, cuma nggak implisit. Jadi, rate ff ini cukup aku taruh di PG-17, hoho ^o^

Oiya, aku mohon doanya, semoga aku bisa lolos SMA lewat jalur prestasi, ya😀

Nah, nah, aku butuh pendapat kalian tentang plot baru ff ini, nih. Apakah kalian bakalan tertarik kayak plot lama yang udah kubuat? Hehe😄

Just leave your comment🙂

Love,

Jung Minrin

4 responses to “[Mini Series] Another Paradise – Prologue

  1. aku tertarik thor~ kayanya keren B)
    eh tapi aku gasuka pas bagian “insting-nya lebih tepat dibanding logikanya.”
    lebih baik kata insting diganti jadi feeling. soalnya kalo insting itu trully punya hewan. kalo feeling n rasionalitas jelas” punya manusia. nanti deh kalo kamu udah di SMA, kamu bakal tau🙂
    good luck ya buat pendaftaran masuk SMA nya🙂
    keep writing ^^

Mind to Leave Your Trail?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s