[100 Love Songs] Miss You

Miss You

[100 Love Songs]

Miss You

by

Jung Minrin (@reddsky_10)

transformed from Idwinaya

SNSD Jessica || EXO-M Luhan || EXO-M Kris

Length : Ficlet || Rating : PG || Genre : Romance, Fluff

Note :

A request from jungsungyoung16, based on Jayeslee’s / Tamia’s Officially Missing You

I hope you’ll enjoy and like this fic ^^

Happy reading!

.

All I hear is raindrop falling on the rooftop

Ooh baby tell me why’d you have to go?

Cause this pain I feel, it won’t go away

And today, I’m officially missing you

-Officially Missing You by Tamia / Jayeslee

.

You will realize something worth, when it disappears

.

Xi Luhan.

Namja manis yang sedang asyik memandangi layar ponselnya yang menampilkan foto-foto seorang yeoja cantik. “Ah, kyeopta,” pujinya tanpa sadar, karena terlalu mengagumi sosok cantik yang dilihatnya di dalam fotonya.

Terselip rasa rindu yang mendalam ketika Luhan menatap sosok tersebut, meski hanya dalam foto. Seketika, Luhan teringat akan berbagai kenangan masa lalunya dengan gadis itu.

Gadis bernama Jessica Jung.

Flashback

“Jessica.”

Suatu hari, Luhan memanggil Jessica yang sedang duduk di bangku taman sekolahnya, sambil membaca buku.

Jessica mengalihkan pandangannya dari rentetan huruf yang berjajar rapi di dalam bukunya, lantas menoleh dan menatap Luhan. “E-eh. Luhan-ssi?” Jessica nampak terkejut dengan kehadiran Luhan yang berdiri di sampingnya.

Luhan tersenyum―dengan terpaksa. “Ne, Jessica. Ini aku, Luhan. Bisakah kita bicara sebentar?” tanya Luhan. Suaranya agak bergetar, karena gugup.

Jessica menatap Luhan dengan pandangan bingung, sekaligus penasaran. “Ada apa, Luhan-ssi?”

Luhan menggaruk tengkuknya canggung. “Eum, bolehkah aku duduk di sampingmu?” tanyanya lirih.

Jessica mengangguk pelan. “Tentu saja.” Gadis itu pun menggeser tubuhnya, memberikan ruang yang tersisa pada Luhan, sehingga pemuda itu bisa duduk di sampingnya.

Dengan kepala yang tertunduk, Luhan pun duduk di samping Jessica.

“Ada apa, Luhan-ssi?” tanya Jessica sekali lagi.

“A… eumm… B-begini…” Luhan nampak gugup dan kesulitan mencari kata-kata yang tepat untuk disampaikan pada Jessica.

Jessica memiringkan kepalanya dan mengernyit bingung.

Luhan mengangkat wajahnya, sehingga wajahnya sejajar dengan wajah Jessica. “Maukah kau menjadi kekasihku?” tanya Luhan cepat.

Jessica kembali mengernyit, karena tak dapat mendengar ucapan Luhan dengan jelas. “Maaf, Luhan-ssi. Tapi, aku tak mendengar apa yang kau katakan.”

Luhan menarik nafas dalam-dalam untuk mengumpulkan keberaniannya. “Maukah kau menjadi kekasihku?” tanya Luhan dengan lugas dan penekanan di setiap katanya.

Jessica melongo. Tubuhnya seolah membeku. “A-apa?”

“Kau masih tidak mendengar ucapanku, Jessica?” tanya Luhan agak kesal. ‘Oh, Tuhan! Haruskah aku mengulangi kalimat itu lagi.

Selama sekian detik, Jessica masih terdiam. Kedua matanya mengerjap, seolah masih berusaha mencerna kalimat yang meluncur dari bibir Luhan.

“Baiklah, kuulangi lagi. Jessica, apa ka―”

“Aku mendengarnya, Luhan-ssi!” potong Jessica cepat, ketika otaknya berhasil mencerna dengan baik ucapan Luhan.

“Ne? Jadi, apa jawabanmu?” tanya Luhan, tak sabar.

“A-aku…” Kini, Jessica yang nampak canggung dan bingung. “Ha-hanya saja, kenapa aku, Luhan-ssi?” tanya Jessica, sambil menundukkan kepalanya malu.

Luhan menarik nafas dalam-dalam. “Apakah kau membutuhkan alasan, Jessica Jung?” tanya Luhan.

Jessica mendongakkan kepalanya. Ia menatap lekat ke arah manik mata milik Luhan, berusaha mencari kebohongan disana. Tapi nampaknya sia-sia. Lagipula, dari pertanyaan yang dilontarkan Luhan, bukankah itu sudah cukup menjelaskan bahwa Luhan mencintai Jessica apa adanya? Tanpa membutuhkan alasan?

Jessica pun menggeleng pelan, lantas menundukkan kepalanya kembali.

“Jadi, bagaimana? Kau bersedia menjadi kekasihku?” tanya Luhan.

Jessica terdiam sejenak, menimbang sesuatu. Akhirnya, ia pun menganggukkan kepalanya pelan.

Luhan nampak senang. “Yeay!” serunya. “Gomawo, Jessica. Gomawo~”

.

“Luhannie, ada apa dengan tanganmu?”

“Kau terluka, ya?”

“Kemarilah, aku akan mengobatimu.”

“Lulu, aku sudah membuatkan makan siang untukmu.”

“Ini, makanlah.”

“Bagaimana rasana? Enak, bukan?”

Luhan termenung di bangkunya. Terlintas ingatan-ingatan saat Jessica begitu memperhatikannya. Well, Jessica pun masih memperlakukannya dengan baik hingga sekarang. “Apa aku mulai jatuh cinta padanya?” tanya Luhan pelan.

“Hei, Lu!” panggil sebuah suara.

Luhan tersadar dari lamunannya. Dilihatnya, sahabat dekatnya, Oh Sehun, yang sudah menghampirinya. “Ne? Waeyo?” tanya Luhan.

Sehun pun duduk di samping Luhan. “Kau sedang melamunkan apa?” tegur Sehun. “Melamunkan kekasihmu itu, eoh?” goda Sehun, lantas tertawa keras.

“A-ani!” elak Luhan bohong.

“Ah, terserah, kau saja, Lu. Aku hanya ingin mengingatkan tentang perjanjian kita waktu itu, Lu,” kata Sehun.

“Oh?” Luhan seolah baru teringat.

“Kau tak lupa, kan? Atau jangan-jangan, kau malah sudah…”

“T-tentu saja tidak!” jawab Luhan.

“Baiklah, aku menunggumu, Xi Luhan,” timpal Sehun, lantas pergi meninggalkan Luhan di dalam kelas.

Luhan menghela nafas panjang. “Ah, perjanjian itu, ya? Kenapa aku bisa lupa?”

.

“Luhan!”

Luhan menghentikan kegiatannya dalam men-dribble bola basket sejenak. Ditangkapnya bola basket kesayangannya, lantas kepala terputar, mencari sosok yang sedang memanggil namanya. “Ada apa, Jess?”

Jessica, gadis yang baru saja memanggil nama Luhan pun mendekati kekasihnya itu. “Hm, apakah kau mau menemaniku pergi ke toko buku?” tanya Jessica.

Luhan memutar bola matanya malas, lantas kembali men-dribble bolanya. “Untuk apa?” tanya Luhan malas.

“T-tentu saja untuk mencari buku,” jawab Jessica takut, apalagi setelah melihat raut wajah kekasihnya yang langsung berubah muram.

Luhan mendesah keras, bola basket yang ada di tangannya dihempas dengan keras ke lantai. “Aku juga tahu, pabbo!” seru Luhan kesal. “Maksudku, untuk apa kau mengajakku, heh?” tanya Luhan jengkel.

Jessica nampak semakin takut. Tubuhnya bergetar pelan. “K-kau kan, kekasihku, Lu. Se-setidaknya, kau bersedia menemaniku pergi ke suatu tempat,” jelas Jessica.

Luhan mendengus kesal. “Dengar, ya! Aku hanyalah kekasihmu, bukan seorang bodyguard atau babysitter yang harus mengikutimu kemanapun kau pergi. Mengerti?” kata Luhan tajam.

Jessica seolah tak bisa menahan air mata yang sudah menggenangi matanya. Tubuhnya bergetar semakin keras. “M-mengerti, Lu,” balasnya.

“Dasar! Menyusahkan saja!”

.

“Jessica?”

Luhan nampak terkejut, ketika melihat Jessica sedang asyik berbincang dengan Kris di sebuah pusat perbelanjaan.

Jessica dan Kris pun tak kalah terkejutnya dari Luhan.

“Annyeong, Luhan-ssi~” Kris pun menyapa Luhan dengan sopan.

Hal itu justru membuat Luhan geram. Matanya memandang nyalang secara bergantian ke arah Jessica dan Kris. “Kau…” Luhan menunjuk ke arah Jessica. “Ternyata, kau selingkuh di belakangku, ya?!” tanya Luhan geram.

Jessica nampak linglung. “Ti-tidak, Lu,” elak Jessica. “Aku tak sengaja bertemu dengan Kris disini,” jelas Jessica.

“Hah, kau pasti bohong!” bentak Luhan. “Bagus ya, ketika kekasihmu tak mau mengantarmu pergi, kau malah pergi dengan selingkuhanmu,” sindir Luhan tajam.

“T-tapi, aku tak berselingkuh dengan Kris, Lu,” jelas Jessica terbata. “Kris adalah tentorku selama ini, jadi kami cukup dekat dan tidak sengaja aku bertemu dengannya hari ini,” jelas Jessica, berusaha menguatkan dirinya.

“Bohong! Kau adalah pembohong, Jessica Jung!” tuduh Luhan. “Aku benci kau!” Dan Luhan mengambil langkah secepat mungkin, meninggalkan Jessica dan Kris. Ia terus berlari kencang. Tangannya meremas dadanya sendiri. “Sakit… Kenapa sakit sekali disini?”

.

“Lu-luhan? Ap-apa yang kau lakukan?”

Luhan menolehkan kepalanya dengan malas, yang berarti menghentikan kegiatannya sejenak untuk bercumbu dengan seorang gadis. “Apa?” tanyanya malas.

Dan Jessica telah berdiri di belakang Luhan dengan tatapan sedih dan kecewa. “K-kenapa kau melakukan ini padaku?” tanya Jessica.

Luhan terkekeh pelan. “Dan kenapa kau melakukan perselingkuhan itu di belakangku, Jess?” tanya Luhan tajam.

“A-aku tidak selingkuh!” teriak Jessica, meski suara bergetar.

“Huh? Tidak selingkuh, katamu?” tanya Luhan meremehkan. “Cih! Lagipula, aku tidak pernah mencintaimu, Jess,” celetuk Luhan.

“Hah?” Jessica melongo. “T-tapi, kenapa kau menjadi kekasihku? Bukannya kau…”

“Aku hanya ingin menjadikanmu sebagai kekasihku karena aku bertaruh dengan temanku, Jessica Jung,” jelas Luhan santai, tak berdosa. “Dan karena aku sudah berhasil mendapatkanmu, kau sudah tak berguna lagi untukku,” lanjutnya.

“J-jadi…”

“Jadi, kta akhiri saja hubungan ini, Jess,” sela Luhan. “Lagipula, siapa yang bersedia menjadi kekasih dari gadis yang jelek, kumal, dan bodoh sepertimu, eh?” tanya Luhan meremehkan. “Mungkin, Kris saja yang bersedia menerimamu.”

“Xi Luhan, aku kecewa padamu~” desis Jessica.

Luhan kembali melanjutkan kegiatan bermesra-mesraan dengan gadis yang merupakan teman sekolahnya juga. Diabaikannya sosok Jessica.

Bahkan, Luhan tak sadar kalau Jessica sudah pergi meninggalkannya.

Ya Tuhan, apakah aku sudah sekejam itu pada Jessica?

.

Luhan bersiul pelan, ketika menyusuri lorong-lorong sekolahnya. Kali ini, ia harus pulang sendiri, karena hampir seluruh temannya sudah pulang dulu. Maklum saja, Luhan baru saja mengikuti tambahan pelajaran, karena dia termasuk murid pintar di sekolahnya.

“Hiks… Hiks… Hiks…”

Samar-samar, Luhan bisa menangkap suara isak tangis seseorang. Ia pun berhenti sejenak dan mencoba mencari sumber suara tersebut. Luhan menduga bahwa isakan tersebut berasal dari ruang musik. Luhan pun mendekati pintu ruang musik dan mengintip dari celah yang ada.

Luhan tercengang ketika melihat sosok Jessica yang tengah menangis, sambil memeluk kedua kakinya. Diam-diam, terselip rasa iba dalam dada Luhan. Ia berniat masuk ke dalam ruang musik dan berusaha menenangkan Jessica. Namun, ia segera mengurungkan niatnya, ketika…

“K-kris, Luhan memutuskanku…”

“Kris, ternyata Luhan tak mencintaiku…”

“Dia hanya menjadikanku sebagai barang taruhan…”

Luhan membeku di tempatnya.

Jessica menangis gara-gara dia.

Dan kini, Jessica tak membutuhkan Luhan, karena dia telah memiliki Kris di sisinya.

Luhan tak beranjak dari tempatnya, meski hatinya berdenyut sakit. “Sial! Kenapa masih sakit?”

Flashback end

.

Luhan ingat betul bahwa Jessica selalu memperlakukannya dengan baik.

Tapi, bagaimana balasannya?

Luhan hanya memanfaatkan Jessica, bahkan memutuskan hubungan mereka tanpa memikirkan perasaan Jessica.

Namun, Luhan melupakan satu hal saat itu.

Bahwa ia telah terperangkap dalam pesona Jessica Jung. Dan Luhan menyesal karena baru menyadarinya ketika ia sudah berpisah dengan Jessica.

Well, Jessica memang hanya gadis sederhana. Ia adalah putri seorang pengusaha, namun kepribadiannya-lah yang membuat ia sederhana. Selain itu, fisiknya juga tidak terlalu baik. Ia tidak terlalu cantik. Namun, ketulusan dan kebaikan hatinyalah yang berhasil membius seorang Xi Luhan atau bahkan namja lain di muka bumi ini.

Andai saja, Luhan bisa memutar waktu.

Andai saja, Luhan tidak mengikuti taruhannya dengan Sehun.

Andai saja, Luhan bersedia mengakui perasaannya yang sesungguhnya pada Jessica.

Andai saja…

Andai…

Ya, namun semuanya telah terjadi dan tak ada mesin waktu yang bisa Luhan gunakan untuk mengembalikan semuanya.

Namun, tak pernah ada kata terlambat, bukan?

Dan Luhan ingin berusaha memenangkan hati Jessica kembali.

.

“Aku kembali ke Seoul untuk mengenang masa remajaku.”

“Dan aku juga sudah sangat rindu dengan seseorang.”

“Seseorang yang sangat kucintai sejak SMA.”

Luhan tak bisa mengalihkan tatapannya dari sosok cantik yang sedang berbicara di hadapan rekan-rekannya.

Ya, dialah Jessica Jung.

Kini, Luhan sedang berada di acara reuninya dengan teman-temannya di SMA, termasuk Jessica.

Jujur, Luhan penasaran dengan sosok yang dimaksud oleh Jessica. Mungkinkah sosok yang dimaksud itu adalah dirinya? Bukannya Luhan terlalu percaya diri atau apa, hanya saja, setahu Luhan, Jessica hanya pernah berpacaran satu kali di SMA, yakni dengan dirinya.

“Seseorang yang menjadi cinta pertamaku dan mengajarkanku tentang arti cinta.”

Luhan semakin gugup. ‘Mungkinkah itu aku? Jessica pernah bilang, bahwa aku adalah cinta dan kekasih pertamanya,’ batin Luhan.

“Dan dia adalah Xi Luhan.” Jessica menatap ke arah Luhan sambil melemparkan sebuah senyuman.

Luhan tersenyum gugup, membalas senyuman Jessica.

“Hai, Lu~” sapa Jessica ramah.

“Hai~” balas Luhan.

“Dan aku juga akan mengatakan sesuatu pada kalian semua,” lanjut Jessica. “Aku memutuskan untuk segera menikah.”

Luhan semakin gugup. ‘Apakah dia ingin menyatakan cintanya padaku?

“Dan aku akan menikah dengan teman kita juga…”

Itu berarti aku?’ harap Luhan.

“Aku akan menikah dengan Kris Wu.”

KREK~

Oh, Tuhan! Segera selamatkanlah hati Luhan yang terbelah menjadi dua.

Ya, Jessica merindukan Luhan.

Tidak, Jessica tidak mencintai Luhan.

Jessica adalah milik Kris sekarang.

Dan Luhan?

Entahlah, Luhan milik siapa sekarang~

END

Apa ini, apa ini? /banting laptop/

Lama nggak nulis, nih T_T

Pertama, aku mau minta maaf, karena menghilang cukup lama dari blog. Maklum, aku sibuk ngurus kelulusan dan perpisahan sekolah. Dan alhamdulillah, atas dukungan dan doa readers dan teman-teman semua, aku berhasil lulus dengan nilai yang memuaskan. Apalagi setelah nilaiku dianggap aman, aku langsung lonjak-lonjak seneng. Makanya, aku buruan melanjutkan kegiatan di blog, sebagai ucapan terima kasih untuk seluruh readers (atau siders juga).

Kedua, buat yang udah nunggu ff series-ku (ada yang nanya-nanya di twitter juga), aku minta maaf banget kalo publish ff series harus ditunda dulu. Kenapa? Karena file-file ff seriesku lenyap, karena seseorang. Terpaksa, aku harus nulis ulang, deh. dan sekarang, masih separuh jalan, sih. Jadi, aku mutusin untuk nulis 100 Love Songs dulu aja ^^

Ketiga, aku sempet pingin berhenti nulis ff EXO, karena kesel setengah mati sama EXOStan (maaf, aku nggak berurusan sama EXOStan Indonesia, karena aku lagi bermasalah sama EXOStan dari luar Indonesia. Jadi, bisa dipastiin kalo itu bukan kalian ^^v). Yah, sebagai seorang fans DBSK, aku ngerasa sakit hati karena DBSK dihina sama EXOStan. Sumpah, kesel banget rasanya, bahkan aku juga kesel sama EXO, padahal EXO nggak salah apa-apa. Kalian tahu, bahkan sampe sekarang, aku belum liat MV Wolf, karena aku masih trauma sama EXOStan luar.

Trus, kenapa aku bisa semangat nulis ff EXO lagi? Tanyakan saja sama Kai, hahaha😄 Well, aku ngakak abis pas liat videonya EXO-K (pre-debut) yang nyanyi bareng DBSK. Dan disitu, kai imuuuuuuttt, banget. Lebih imut dari Taemin, malahan. Hahaha😄

Dan akhirnya, aku pun mau nulis ff EXOShiDae lagi🙂 (meski masih trauma sama EXOStan ._.v) Untuk ff ini, aku sengaja tulis dari sisi Luhan, karena aku mau nyoba hal baru. Maaf kalo ff ini gagal, karena aku masih dalam tahap pemulihan. semoga aku bisa balik kayak dulu lagi.

At least, don’t forget to leave your comment, okay?

Love,

Jung Minrin

9 responses to “[100 Love Songs] Miss You

  1. Guwaaaaa aku nyesek sekaliii bacanyaaaa >< uhhh sad ending untuk luhan dan happy ending untuk krissica yehett. Aku suka aku suka!!! Bagus thorr :3

Mind to Leave Your Trail?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s