[100 Love Songs] Back to December

Back to December

[100 Love Songs]

Back to December

by

Jung Minrin (@reddsky_10)

transformed from Idwinaya

Super Junior Kyuhyun || Kim Stella

Length : Ficlet || Rating : PG || Genre : Romance, Sad

Note :

A request from Syifa Nadya, my beloved dongsaeng. Sorry for the long time I take to continue this project, because I have just back from long hiatus🙂 I hope you understand my condition.

This fic is presented by Stella POV

Well, I hope you enjoy and like this ^^

Happy reading!

.

I miss your tan skin, your sweet smile

So good to me, so right

And how you held me in your arms that September night

The first time you ever saw me cry

-Back to December by Taylor Swift-

.

“Brrr~” Bibirku bergetar, tubuhku pun menggigil karena hawa dingin yang menyeruak masuk melalui sela-sela jaket tebalku. Aku pun mengeratkan bagian depan jaket yang memang belum sempat kukancingkan. Aku mempercepat langkah, agar aku bisa segera tiba di apartemenku, merasakan kehangatan melalui tungku pemanas.

Mobilku?

Ah, sekarang, aku sedang berada di Seoul, tanah kelahiranku, sebagai bentuk kunjungan rutinku setiap libur Natal. Jadi, aku tak punya mobil selama di Seoul, kecuali milik anggota keluargaku lainnya.

Lalu, kenapa aku tak meminjam salah satu mobil mereka saja?

Jawabannya mudah, karena aku tinggal di apartemenku sendiri dan tak ingin merepotkan mereka. Lagipula, jika aku harus meminjam mobil mereka, hal itu hanya membuat segala hal menjadi lebih rumit. Jadi, kuputuskan untuk menikmati suasana Seoul dengan angkutan yang tersedia atau jalan kaki seperti ini.

Dan sialnya aku, karena musim dingin tahun ini jauh lebih dingin dari musim dingin tahun lalu. Jauh berbeda. Jangan tanya padaku apa alasannya, karena aku bukanlah pakar cuaca. Aku seorang ahli ekonomi.

Aku menghela nafas berat, menyebabkan uap keluar dari mulutku dan terlihat dengan jelas. Ah, berapa sih, suhu di sekitar sini saat ini? Kenapa uapku saja bisa terlhat dengan jelas? Ah, pasti dingin sekali. Bukankah aku sudah mengatakan hal itu berulang kali?

Oke, tak apalah. Meskipun cuaca sangat dingin, tapi kuharap suasana hatiku tak sedingin ini, atau malah membeku.

Yah, semoga saja~

.

“Hai, Stella! Bogoshippo~”

“Ah, bogoshippo, Kyu~”

“Aku membelikan mawar merah untukmu, Chagi.”

“Gomawo, Kyu~”

“Ne. Apapun untukmu, Chagiya~”

“Kyu, aku ingin menyampaikan sesuatu padamu.”

“Ada apa, Stella? Kau ingin mengatakan bahwa kau sangat mencintaiku? Aku sudah mengetahuinya. Sangat tahu.”

“B-bukan itu, Kyu. Tapi…”

“Apa, Stella?”

“Aku dipindahkan ke kantor cabang di Los Angeles.”

“Tentu saja, aku harus pindah dan menetap disana, Kyu.”

“Maaf, kalau berita ini terkesan mendadak, karena aku juga baru mengetahuinya dari atasanku, Kyu.”

“Karena hal itu, aku ingin kita mengakhiri hubungan kita sebagai sepasang kekasih, Kyu. A-aku tak sanggup jika harus hidup berjauhan darimu. Aku tak ingin mengambil resiko kalau kita akan saling mengecewakan karena pengkhianatan.”

“Maafkan aku, Kyu. Kita harus berpisah.”

“Stella…”

“Aku pergi sekarang, Kyu. Annyeong~”

“Stella… Kim Stella…”

“KIM STELLA!!!”

“Hosh, hosh, hosh!” Nafasku terengah-engah, seolah aku baru saja mengikuti lari marathon atau dikejar anjing. Aish, apa yang terjadi padaku? Kenapa aku memimpikan kejadian dimana aku memutuskan hubunganku dengan Kyuhyun?

Ah, kalian bertanya siapa Kyuhyun?

Kyuhyun, nama lengkapnya Cho Kyuhyun. Dia adalah keka―ah, maksudku mantan kekasih yang kuputuskan karena aku harus pindah ke Los Angeles. Jujur saja, sebenarnya, Kyuhyun adalah pemuda yang baik hati―meski ia mendapat julukan evil―tampan, dan pengertian. Namun, aku tak yakin, jika kami bisa menjalani hubungan jarak jauh dengan baik. Maksudku, aku khawatir, jika kami justru tergoda dengan orang lain dan akhirnya saling mengkhianati. Aku belum siap tersakiti oleh orang yang kusayangi.

Aku menyayangi Kyuhyun?

Sangat. Sangat menyayanginya.

Bahkan, hingga detik ini, aku masih mencintainya.

Tapi, saat itu aku terlalu takut tersakiti.

Dan kini, justru akulah yang dihantui oleh perasaan bahwa aku telah menyakiti Kyuhyun. Kini, aku mencemaskan keadaan Kyuhyun.

Hei, kemana saja aku selama ini? Kenapa aku tak pernah memedulikan perasaan Kyuhyun? Kenapa aku seegois ini?

Ah, mungkin, aku memang tak pantas bagi Kyuhyun. Kyuhyun berhak mendapat gadis yang jauh lebih baik dariku. Mungkin, keputusanku waktu itu memang tepat.

Kuharap, Kyuhyun berbahagia sekarang.

Dengan atau tanpa aku.

.

“Nggh.” Aku melenguh pelan. Mataku terbuka perlahan, ketika merasakan sinar di balik kelopak mataku. Sebenarnya, aku masih enggan untuk terbangun, karena aku tidak bisa tidur nyenyak, sejak mengalami mimpi buruk tentang Kyuhyun. Tapi, mau bagaimana lagi? Kalaupun aku tetap berusaha tidur, kenyataannya, aku tetap tak bisa tidur nyenyak. Jadi, kuputuskan untuk bangun saja. Toh, sekarang, matahari juga sudah mulai menampakkan dirinya.

“Unnie!!” seru sebuah suara.

Aku segera menyesuaikan pandanganku dan mendudukkan tubuh di atas ranjang. Kulihat adik sepupuku, Kim Hyori.

Kalian tanya kenapa Hyori bisa masuk ke dalam apartemenku dengan mudah? Well, karena dia adalah anggota keluarga yang paling dekat denganku dan selama aku di Los Angeles, dialah yang kuminta untuk merawat apartemenku ini. Jadi, Hyori mempunyai kunci cadangan untuk masuk ke dalam apartemenku. “Ah, ada apa hoahm, Hyo?” tanyaku sambil menguap lebar.

Hyori merengut kesal melihat tingkahku. Ia duduk di tepi ranjangku. “Aku ingin memberitahu Unnie tentang sesuatu,” ucap Hyori.

“Eh, apa?” Aku penasaran dan segera memasang telingaku baik-baik.

“Aku ingin mengajak Unnie ke pesta pertunangan temanku.”

Aku melongo. Dia hanya mengatakan hal itu? “Hanya itu?”

“Ne.” Hyori mengangguk mantap.

Aish, dasar bocah ini! “Tidak mau!” balasku jengkel.

“Lho? Kenapa?” tanya Hyori heran. “Ayolah, Unnie. Temani aku, ne? Aku janji tidak akan lama,” bujuk Hyori.

Aku terdiam sejenak, memikirkan sesuatu. “Kapan?”

“Nanti malam, pukul 7. Ottokhae?”

Aku kembali berpikir. Well, aku memang tidak memililki kegiatan hingga nanti malam. Jadi, apa salahnya untuk menerima ajakan Hyori? “Well, baiklah. Aku akan pergi denganmu…”

“Yeay!”

.

“Pfft~” Aku mendengus sebal. Oke, seharusnya aku tahu bahwa Hyori bukanlah tipe orang yang mudah menepati janji. Dia bilang bahwa dia tidak akan lama di pesta pertunangan temannya, bukan? Tapi, kenyataannya? Aku sudah terjebak di pesta ini selama 1 jam, sementara Hyori asyik berbincang dengan temannya.

Aku kembali menenggak minuman―entahlah, aku tak tahu namanya―yang kuambil dari atas meja di dalam aula tempat pesta pertunangan tersebut digelar. Mataku memandang ke sekeliling, melihat aula megah tersebut.

Fiuh, pasti orang yang bertunangan adalah orang yang kaya raya.

Hei, tapi ngomong-ngomong, aku belum melihat sepasang kekasih yang akan bertunangan itu.

Aku memutar tubuhku, mencoba mencari sosok yang mungkin adalah raja dan ratu malam itu. Dan aku―

BRUK!

“Auw!”

“E-eh, maaf, maaf.”

Ah, karena tidak memperhatikan, aku justru menumbuk sesuatu, sepertinya dada seorang pria. Aku mendongak untuk melihat sosok yang baru saja kutabrak. Dan tubuhku membeku. “K-kyuhyun?”

“Stella?”

Ya. Pria yang baru saja kutabrak adalah Kyuhyun.

Cho Kyuhyun.

Mantan kekasihku.

Pria yang masih kucintai hingga saat ini.

“Hei, apa yang kau lakukan disini?” tanya Kyuhyun ramah.

Ya Tuhan! Bahkan pria ini masih bisa bersikap ramah padaku? “A-aku menemani sepupuku datang kemari,” jawabku gugup. Ya Tuhan, dari jarak yang sedekat ini, aku bisa melihat bahwa Kyuhyun semakin tinggi dan tampan. Pakaian yang dikenakannya juga membuatnya semakin terlihat menawan. Apakah dia adalah pria yang akan bertunangan malam ini?

“Oh, sepupumu pasti teman dari orang yang bertunangan, ya?” tebak Kyuhyun.

“N-ne.” Sial, kenapa aku masih kedengaran gugup?

Ah, tapi lewat ucapan Kyuhyun barusan, berarti Kyuhyun bukanlah pria yang akan bertunangan, bukan? Berarti, masih adakah kesempatan bagiku untuk kembali bersamanya?

Yah, semoga sa―

“Kyunnie-ya~”

Aku mendengar seseorang memanggil nama Kyuhyun dengan manja. Kulihat, seorang gadis bertubuh mungil dan paras cantik tengah menggelayut manja di lengan Kyuhyun.

“Ne, Chagi?”

DEG!

Apa Kyuhyun bilang? ‘Chagi’? Gadis itu kekasih Kyuhyun?

“Aku mencarimu kemana-mana. Ternyata, kau ada disini,” ucap gadis itu.

“Ah, ne. Aku ingin mengambil minum dan tak sengaja bertemu dengan teman lamaku,” jelas Kyuhyun pada gadis itu.

Apa katanya? Teman lama? Apakah Kyuhyun hanya menganggapku sebagai teman lama? Miris~

“Nah, Youngmi, kenalkan, ini Stella,” ucap Kyuhyun sambil menunjuk ke arah. “Dan Stella, kenalkan, ini Youngmi, kekasihku.”

KRETEK!

Tubuhku membeku, padahal hatiku sudah berjatuhan ke atas lantai dan berubah menjadi kepingan-kepingan kecil. Aku tak yakin, apakah aku masih bisa mengambil kepingan hatiku dan menyatukannya kembali.

Ya Tuhan, berikanlah hambaMu ini kekuatan.

END

Ending yang gaje? Iya.

Pendek? Iya.

Maaf, karena aku lama nggak nulis dan kehilangan sense buat nulis.Aku juga ngerasa bosen buat nulis ff. Tapi setelah inget kalo readers adalah satu-satunya semangat yang bisa kupunya kalau keluarga atau temenku nggak ada, jadilah aku tetep berusaha untuk nulis ff. Semoga kalian terhibur dan sabar menanti pulihnya kemampuanku.

Dan alhamdulillah, aku lulus dengan NEM yang dibilang lumayan. Guruku bilang, NEM-ku aman untuk masuk ke SMA favorit di kotaku. Jadi, aku udah nggak pusing lagi.

Well, at least, I need your review to support me!

Love,

Jung Minrin

Mind to Leave Your Trail?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s