[Series] I Think I Love You – Chapter 2

I Think I Love You

I Think I Love You

Chapter 2

by

Jung Minrin (@reddsky_10)

transformed from Idwinaya / Isaac Sachii

SNSD Sooyoung || DBSK Yunho || DBSK Changmin

SNSD Members

Length : Series || Rating : PG || Genre : Romance, Friendship

Note :

Coba baca fic ini sambil dengerin lagu I Think I Love You-nya Byul.

.

I Think I Love You

.

Sooyoung bersenandung kecil sembari memotong wortel di dapur. Akhir-akhir ini, ia sedang merasa begitu bahagia. Apalagi jika berurusan dengan masakan, maka ia akan semakin bersemangat. Well, ia memang dijuluki shikshin, food monster, atau semacamnya yang menyiratkan bahwa ia hobi sekali makan. Meski begitu, ia bukan tipe gadis yang hanya bisa makan, tanpa bisa memasak. Dan akhir-akhir ini, Sooyoung memang sedang giat mengasah kemampuan memasaknya.

“Hei, Soo!” Seseorang menepuk pundak Sooyoung dari belakang.

Sooyoung pun menoleh. Dilihatnya Jessica yang sudah berdiri di belakangnya. “Apa, Unnie?” tanyanya sambil mengulas sebuah senyuman.

Jessica melirik ke arah meja dapur yang sudah dipenuhi dengan berbagai bahan makanan. “Wah, wah. Kau memasak apa, Soo?” tanya Jessica heran.

Sooyoung tersenyum simpul, lalu melanjutkan kegiatannya memotong wortel. “Aku hanya sedang bereksperimen, mencoba menciptakan menu masakan baru,” ucapnya, lantas terkekeh pelan.

Jessica nampak takjub. “Wah. Kalau masakanmu sudah jadi, bolehkah aku mencicipinya?” tanya Jessica.

“Tentu saja, Unnie. Semua member SNSD akan mendapatkannya,” jelas Sooyoung.

“Hm, ngomong-ngomong, apakah ada sesuatu yang bisa kubantu?” tawar Jessica. “Yah, meskipun aku memang tak jago memasak, tapi setidaknya, aku bisa membantu sedikit-sedikit. Lagipula, aku juga ingin belajar masak darimu,” jelas Jessica.

Sooyoung tersenyum kecil. “Gwaenchana, Unnie. Aku bisa melakukannya sendiri,” ucap Sooyoung. “Ngomong-ngomong, kenapa Unnie mendadak ingin belajar memasak? Unnie sedang berkencan dengan seorang pria, ya?” tebak Sooyoung dengan nada menggoda.

PLETAK!

Jessica menjitak pelan kepala Sooyoung. “Yak, jangan asal bicara, dongsaeng!” seru Jessica kesal.

“Sooyoung-aa,” panggil sebuah suara.

Lagi-lagi, Sooyoung pun menoleh.

Begitu pula dengan Jessica.

Dilihatnya Tiffany yang berdiri di ambang pintu. Ia sedang mengambangkan sebuah senyuman. “Ada tamu untukmu,” ucapnya dengan misterius.

“Eh? Tamu? Untukku?” Sooyoung nampak terkejut.

“Ne!” jawab Tiffany mantap. Ia menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat.

Sooyoung masih bingung. Padahal, ia jarang sekali kedatangan tamu, kecuali keluarganya sendiri. Lagipula, kalau tamu yang dimaksud Tiffany adalah keluarganya, maka Tiffany tak perlu menyebutnya dengan istilah ‘tamu’. Dan satu hal yang mencurigakan adalah ekspresi Tiffany yang tidak wajar.

“Ppali, dia sudah menunggumu!” perintah Tiffany, lantas menarik tubuh Sooyoung untuk keluar dari dapur.

Sooyoung semakin heran. ‘Siapa ya, tamunya?

***

“Yak! Jangan ganti channel TV-nya!”

“Biar saja! Aku ingin melihat drama terbaru!”

“Kwon Yuri! Kembalikan pop corn-ku!”

“Siapa bilang ini pop corn-mu? Ini pop corn untuk kita semua!”

Suasana dorm SNSD pagi itu memang lumayan ramai. Maklum saja, karena hampir seluruh member memang sedang berada di dorm, kecuali Yoona yang sibuk mengikuti pemotretan. Sunny dan Tiffany nampak sibuk berebut remote TV, karena ingin menonton acara yang mereka sukai. Yuri dan Hyoyeon yang berebut pop corn. Taeyeon hanya geleng-geleng kepala melihat sikap kekanakan member-membernya. Seohyun sedang membaca novel, sambil mendengarkan musik melalui earphone. Jessica yang tak tahan dengan keributan yang diciptakan teman-temannya pun memutuskan untuk pergi ke dapur untuk menemui Sooyoung.

TING! TONG!

Bel dorm pun berbunyi, membuat keributan di dorm pun terhenti sejenak. Mata para member tertuju pada pintu dorm.

Taeyeon mendengus kesal. “Yak! Kenapa diam saja?” serunya jengkel. “Cepat buka pintunya!” perintah Taeyeon.

Tiffany pun berinisiatif untuk membuka pintunya. Ia segera bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu dorm. Sebelum membuka pintu, Tiffany mengintip sosok tamu mereka melalui lubang. Ini merupakan kebiasaan para member untuk mencegah munculnya tamu-tamu yang dianggap ‘berbahaya’. Tiffany memekik tertahan ketika menyadari sosok yang berdiri di balik pintu. “Omona!” seru Tiffany, lantas menutup mulutnya sendiri. Ia membalik tubuhnya dan menghadapan ke arah seluruh temannya.

Taeyeon mengernyit heran. “Ada apa, Tiff?” tanya Taeyeon cemas.

“Apakah ada orang asing yang berbahaya?”

“Unnie, siapa yang berdiri di balik pintu?”

“Ayolah, Tiff. Jangan bengong saja!”

Taeyeon pun memutuskan untuk menghampiri Tiffany dan mengintip sosok tamu mereka. Ia pun memekik, “Omona!”

“Ada apa, sih?” tanya Sunny jengkel.

“Yunho Oppa,” ucap Taeyeon setengah berbisik.

“Mwo?!” Member lainnya melongo.

“Yunho Oppa? Maksudmu, Yunho, si leader DBSK? Jung Yunho yang itu?” tanya Yuri heran.

Taeyeon dan Tiffany mengangguk kompak.

Oke, mungkin member SNSD terkesan berlebihan. Tapi, begitulah kenyataannya. Mereka hanya berpikir bahwa ini adalah suatu hal yang langka, ketika Yunho mengunjungi dorm mereka seorang diri. Biasanya, Yunho datang ke dorm mereka, bersama dengan Changmin atau member dari Super Junior. Dan sebenarnya, kunjungan Yunho hanya sekedar untuk formalitas. Ia tak benar-benar memiliki tujuan khusus ketika mengunjungi dorm SNSD.

“Cepat bukakan pintunya!” perintah Sunny.

Dengan ragu, Tiffany pun membalik tubuhnya dan membuka pintunya.

Yunho tersenyum lebar ke arah Tiffany. “Annyeong,” sapanya ramah.

“A-annyeong, Oppa.” Tiffany membungkuk dengan hormat.

Taeyeon yang berdiri di samping Tiffany pun hanya tersenyum ke arah Yunho.

“Oh, hai, Taeng!” sapa Yunho. “Hm, apakah kedatanganku mengganggu kalian?” tanya Yunho.

“T-tidak, Oppa,” jawab Taeyeon terbata.

“Bisakah aku bertemu dengan Sooyoung? Aku ada perlu dengannya,” jelas Yunho.

Heh? Sooyoung?’ Seluruh member saling bertatapan dengan heran.

“Tiff, cepat panggilkan Sooyoung!” perintah Taeyeon.

“Ne!”

***

“Yunho Sunbae?” Sooyoung terkejut ketika menyadari sosok pria yang sedang berdiri di luar dorm-nya adalah Yunho.

Yunho yang sedang menyandarkan tubuhnya pada dinding itu pun segera menegakkan tubuhnya dan menatap Sooyoung. “Hai, Soo,” sapa Yunho.

Sooyoung tersenyum canggung. “Sunbae mencariku?” tanya Sooyoung memastikan.

Yunho mengangguk. “Sebelumnya, aku minta maaf, apakah aku sudah mengganggumu?” tanya Yunho.

Sooyoung tersenyum. “Tidak, Sunbae. Aku sedang bersantai saja,” balas Sooyoung.

Yunho terdiam, seperti sedang berusaha merangkai kata. “Em, begini. Tujuanku datang kemari adalah,” Yunho menarik nafas dalam-dalam, “aku ingin mengajakmu makan di luar.”

“Eh?” Sooyoung mengerjap kaget.

Yunho langsung nampak salah tingkah. “A-aku ingin mengucapkan terima kasih padamu, karena akhir-akhir ini, kau begitu perhatian denganku, dengan cara mengirimkan makan siang untukku. Kebetulan, akhir-akhir ini, aku memang sibuk, bahkan beberapa kali ini, aku tak sempat makan,” jelas Yunho panjang lebar. “Dan karena aku baru saja menandatangani kontrak baru dengan Calvin Klein, aku ingin merayakannya denganmu,” ucap Yunho.

“Denganku?” Sooyoung menunjuk dirinya sendiri.

“N-ne,” jawab Yunho terbata. “Sebenarnya, aku ingin mengajak Changmin juga, tapi bocah itu sedang sibuk,” jelas Yunho.

Sooyoung ber-oh-ria.

“J-jadi, b-bagaimana? Kau menerima tawaranku?” tanya Yunho memastikan.

Sooyoung menundukkan kepalanya, nampak sedang menimbang-nimbang sesuatu. “Hanya berdua?” tanya Sooyoung lirih.

Yunho tersenyum kaku. “Hm, bagaimana, ya? Sebenarnya, aku ingin mengajak teman-temanmu juga, tapi…” Yunho menggantungkan kalimatnya. “Tapi, aku hanya merasa tak nyaman untuk pergi dengan banyak gadis, sementara aku adalah satu-satunya pria disana.”

Sooyoung mendongak, menatap Yunho. Ia tersenyum. “Gwaenchana, Sunbae. Aku akan menemanimu makan,” ucapnya mantap.

Entah atas alasan apa, suara hati Yunho berteriak ‘Yes!

***

“Jadi, kau akan berkencan dengan Yunho Oppa?” tanya Sunny penuh semangat.

“Bukan berkencan, hanya makan bersama,” jelas Sooyoung sambil memoles wajahnya.

“Tapi ini terlalu mencurigakan, Soo. Kau jarang dekat dengan Yunho Oppa dan tiba-tiba dia mengajakmu kencan,” komentar Yuri.

Sooyoung mendengus pelan. “Lalu, kenapa? Kalau Unnie merasa lebih dekat dengan Yunho Sunbae, aku bisa mengatakan padanya untuk mengajakmu pergi saja,” celetuk Sooyoung dingin.

“Yak! Bukan begitu, Soo!” seru Yuri jengkel.

“Tapi, apa yang dikatakan Yuri memang benar,” timpal Taeyeon. “Ayolah, Soo. Ceritakan pada kami, apa yang terjadi diantara kau dan Yunho Oppa?” tanya Taeyeon penasaran.

Sooyoung menghela nafas panjang. “Tak ada apa-apa. Yunho Sunbae hanya ingin mengucapkan terima kasih padaku, karena aku sudah membuatkannya makan siang selama beberapa hari ini,” jelas Sooyoung.

“Nah, kan? Membuatkannya makan siang? Kau tertarik padanya, ya?” tanya Tiffany.

Sooyoung mendengus. “Bukan begitu. Lagipula, aku membuatkan makan siang untuk Yunho Sunbae dan Changmin Oppa. Apalagi, akhir-akhir ini, mereka sangat sibuk dan tidak punya banyak kesempatan untuk makan di luar,” jelas Sooyoung.

“Oh.”

“Tapi, aneh sekali ya, kalau Yunho Oppa berbuat sebegini baiknya?” tanya Jessica heran.

“Benar sekali. Selama ini, yang kudengar dari Changmin Oppa, Yunho Oppa adalah orang yang terkesan dingin,” timpal Sunny.

“Benar, benar.” Hyoyeon mengangguk setuju.

Sooyoung bangkit dari duduknya. “Yah, mungkin, kalian saja yang tak menyadari bahwa Yunho Sunbae memang sebaik itu,” celetuk Sooyoung. “Sudah, ya? Aku pergi dulu! Annyeong!” Ia segera melangkahkan pergi keluar dari kamarnya dan menghampiri Yunho yang senantiasa menunggunya di luar dorm.

Seluruh member saling bertatapan penuh tanya.

“Jangan-jangan, Yunho Oppa yang naksir Sooyoung!”

***

“Menurutmu, kita makan dimana?” tanya Yunho pada Sooyoung yang duduk di sampingnya. Ia sedang terfokus mengemudikan mobilnya.

Sooyoung menoleh, menatap Yunho lekat-lekat. “Kenapa bertanya padaku, Sunbae? Kan, Sunbae-lah yang mentraktir,” balas Sooyoung.

Yunho tertawa pelan. “Gwaenchana. Selama ini, aku selalu makan secara asal-asalan, tidak peduli makanan itu enak atau tidak,” jelas Yunho. “Jadi, daripada aku membawamu ke restoran yang salah, lebih baik aku bertanya padamu saja,” lanjut Yunho.

Sooyoung mengangguk mengerti. “Baiklah, kalau begitu.” Sooyoung terdiam sejenak, dan mengingat-ingat restoran yang menyajikan makanan terenak. “Hm, bagaimana dengan Pacific? Aku pernah kesana dengan Changmin Oppa. Makanannya sangat enak!” seru Sooyoung semangat.

“Pacific? Yang letaknya berseberangan dengan Poseidon, bukan?” tanya Yunho memastikan.

“Ne!” jawab Sooyoung mantap.

“Baiklah, kita kesana,” ucap Yunho, lalu mengarahkan kemudinya menuju tempat yang dimaksud Sooyoung. “Changmin juga pernah bercerita padaku bahwa makanan disana memang enak. Dia juga sudah berulang kali merengek padaku untuk makan bersama disana. Tapi yah, kau tahu sendiri kan, kalau kami berdua sangat sibuk dan tidak punya banyak waktu untuk bersenang-senang,” tutur Yunho.

Sooyoung tersenyum kecil. “Sebaiknya, Yunho Sunba memang sedikit rileks. Jangan terlalu menyibukkan diri dengan pekerjaan,” celetuk Sooyoung. Ketika menyadari apa yang baru saja keluar dari mulutnya, Sooyoung langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya. “Ah, maaf, Sunbae. Aku sudah lancang!” seru Sooyoung.

Yunho tertawa renyah. “Kenapa harus takut begitu? Aku tak akan marah,” kata Yunho. “Lagipula, selama ini, Changmin juga selalu mengingatkanku ini-itu. Tapi yah, aku memang orang yang keras kepala,” lanjutnya.

Sooyoung meringis kaku. “Bagaimanapun juga, Changmin Oppa adalah anggotamu. Wajar saja, kalau dia mengingatkan leadernya,” celetuk Sooyoung. “Sementara aku? Aku hanyalah hoobae yang tak tahu diri,” ucap Sooyoung. “Maafkan aku, Sunbaenim.” Ia membungkukkan badannya sekilas.

Yunho kembali tertawa. “Iya, kau satu-satunya hoobae tak tahu diri yang berhasil menyadarkan sunbae yang bebal ini, Soo,” canda Yunho.

Pipi Sooyoung merona. Entah kenapa, ia merasa Yunho seperti sedang memujinya. ‘Ya Tuhan, kenapa ada pria semenarik dia?

***

“Jadi, kau ingin memesan apa?” tanya Yunho pada Sooyoung yang sedang membaca buku menu yang dibawakan oleh pelayan.

Sooyoung menurunkan buku menunya, lantas memandang Yunho. “Hm, Sunbae yang mentraktirku, kan?” tanya Sooyoung memastikan sekali lagi.

Yunho tersenyum. “Ne.”

“Aku boleh memesan apa saja kan, Sunbae?” tanya Sooyoung.

Yunho sudah menduga bahwa mengajak Sooyoung makan sama saja dengan mengajak Changmin makan. Maklum, mereka berdua memang terkenal dengan julukan food monster, kan? “Tentu. Kau bisa memesan apapun dan aku yang membayarnya,” ucap Yunho.

Sooyoung tersenyum malu. Ia merasa Yunho sedang menyindirnya. “Sunbae tidak keberatan, kan?”

“Tidak.” Sekali lagi, Yunho tersenyum.

Sooyoung mendesah lega. “Baiklah. Kuharap, Sunbae tidak menyesal setelah ini.” Sooyoung terkekeh pelan, setelah mengatakannya. Matanya kembali tertuju pada buku menu. Tak lama, ia pun menyebutkan seluruh makanan yang ingin dipesannya pada pelayan yang senantiasa menanti di samping meja. “Nah, itu pesananku,” ucap Sooyoung puas. Kini, ia menatap Yunho. “Sunbae ingin pesan apa?”

Yunho tersenyum tipis. “Aku pesan makanan yang sama denganmu,” balas Yunho.

Sooyoung kembali menatap sang pelayan. “Jadi, kami pesan masing-masing dua porsi untuk makanan yang sudah kusebutkan tadi, ya?” kata Sooyoung.

Sang pelayang mengangguk mengerti. “Baiklah. Mohon ditunggu sebentar, Nona dan Tuan,” ucapnya, lantas berlalu pergi.

Sooyoung menatap Yunho lekat-lekat. “Aku tak tahu kalau Sunbae juga suka makan banyak seperti Changmin Oppa,” komentar Sooyoung, lalu terkikik geli. “Apa Yunho Sunbae tidak takut gendut? Apalagi, Sunbae baru saja mengikat kontrak dengan Calvin Klein, bukan?” tanya Sooyoung.

Yunho tertawa. “Gwaenchana,” balasnya santai. “Kalau berat badanku naik setelah ini, setidaknya itu bisa membuatku lebih rajin dalam berolahraga. Akhir-akhir ini, aku sudah jarang sekali pergi ke gym,” jelas Yunho.

Sooyoung mengangguk paham. “Hm, kalau berat badan Sunbae naik, telepon aku, ya?”

“Eh? Untuk apa?” Yunho nampak heran.

“Supaya aku bisa ikut ke gym dengan Sunbae,” celetuk Sooyoung riang.

Entah kenapa, Yunho merasa begitu senang setelah Sooyoung mengatakannya.

***

“Tadi aku memang pergi dengan Yunho Sunbae, Oppa,” ucap Sooyoung melalui ponselnya, lantas tertawa geli. Ia sedang berbincang dengan Changmin melalui telepon.

Jinjja?” Changmin kedengaran begitu terkejut. “Aish, padahal, beruang itu sudah berjanji padaku.

“Eh? Berjanji apa, Oppa?” tanya Sooyoung penasaran.

Untuk tidak mendekatimu.”

Sooyoung mengernyit heran. “Kenapa begitu, Oppa? Yunho Sunbae sangatlah baik,” puji Sooyoung.

Changmin mendengus pelan di seberang sana. “Dengar, Soo. Kau harus hati-hati pada beruang itu. Siapa tahu, dia berbuat baik padamu, hanya supaya dia mendapat makan siang darimu.

Sooyoung tertawa mendengar opini yang dilontarkan Changmin. “Aigo, Oppa.” Sooyoung menepuk jidatnya. “Meskipun Yunho Sunbae tidak mentraktirku, aku akan tetap membuatkan makan siang untuknya. Apalagi, akhir-akhir ini, kesibukan kalian membuat kalian makan tidak teratur,” jelas Sooyoung.

Jadi, kau tetap mengirimkan makan siang untuk KAMI, kan? Bukan untuk Yunho Hyung saja?

“Tentu saja, Oppa,” jawab Sooyoung mantap.

Ah, syukurlah.” Changmin mendesah lega. “Tapi, aku minta porsi yang lebih banyak, ya?

“Arrasseo, Oppa!”

Oiya, Soo… Eh,” Changmin memekik tertahan.

“Ada apa, Oppa?” tanya Sooyoung khawatir.

Tunggu, kau tadi bilang, Yunho Hyung mentraktirmu?

“N-ne, Oppa,” balas Sooyoung kikuk.

Yak, apa-apaan dia itu! Kenapa tidak mengajakku, eoh?”

Sooyoung mengernyit bingung. “Lho? Bukannya kau sedang sibuk, Oppa? Yunho Sunbae yang berkata seperti itu.”

Yunho bilang begitu?” tanya Changmin heran. “Aish, padahal, aku menganggur di dorm tadi dan dia mengatakan kalau dia hendak mengunjungi orang tuanya,” celotehnya. “Ah, sepertinya, dia berbohong padaku!” duga Changmin.

“Eh? Benarkah begitu?”

Soo, kututup dulu teleponnya, ya? Aku harus membuat perhitungan dengan beruang itu,” jelas Changmin. “Annyeong.

PIP!

Sooyoung menatap ponselnya sambil mengerucutkan bibirnya. “Aish, Changmin Oppa menyebalkan,” gerutu Sooyoung jengkel. Lantas, ia teringat sesuatu. ‘Yunho Sunbae berbohong? Tapi, untuk apa?’

.

TBC

Masih fluffy dulu, belum ada konflik berarti. Lebih membahas tentang ‘kucing-kucingan’ antara Yunho dan Sooyoung.

Setelah baca komentar di chap. 1, akhirnya aku putusin untuk menjadikan Donghae sebagai rival Yunho di fic ini.

Kenapa?

Meskipun Donghae terhitung sebagai hoobae Yunho, tapi mereka itu seumuran. Selain itu, karakter Donghae juga nggak berbeda jauh dari Yunho, kharismatik gitu, deh. Tapi di fic ini nanti, Donghae itu lebih supel dibanding Yunho. Kalo Yunho mungkin terkesan malu-malu dan agak dingin (terutama sama Sooyoung). Dan alasan yang terakhir adalah karena aku jadi naksir berat sama Donghae, terutama setelah search foto-foto Donghae untuk dijadiin poster fic ini, hoho🙂

Nah, aku butuh saran lagi dari readers, nih. Enaknya, Sooyoung punya saingan, nggak? Kalo punya, kasih satu nama dan berikan alasannya ^^

Love,

Jung Minrin

13 responses to “[Series] I Think I Love You – Chapter 2

    • Iya, nih. Soalnya, aku sering baca fic DBSK dan Yunho emang dijuluki beruang ^_^
      Haha, disini Soo emang terkesan polos banget. Jadi, biarkan Yunho dan Sooyoung menyadari perasaan mereka, seiring berjalannya waktu😀

    • Bukan Changmin, karena dia kan, temen satu grup-nya Yunho. Biarkan Changmin menjadi sosok kakak buat Sooyoung aja ^^
      Okesip, semoga aku bisa cepet lanjutin🙂

  1. hoho udah publish ya eonn? mian baru baca sibuk rp an hehe…
    ceritanya sama yunsoo momentnya bener-bener gereget :3
    kalo menurutku soo eonni ga usah pake rival deh ato kalo mau pake rival mending orang luar sm aja misal yunho oppa di jodohin sama ortu nya kalo enggak ya boa sunbae aja tapi.. gimana ya? mending gausah deh eonn *labil*
    btw, lanjut ya eonn ff nya ditunggu :))

    • Udah, saeng🙂 Iya, nggak pa-pa, kamu udah nyempetin baca aja, unnie udah seneng ^^
      Hua, aku juga geregetan sama mereka :3
      Kalo readers lain sih, bilangnya juga nggak usah pake rival saeng. Jadi ya udah, nggak usah pake rival aja, hoho😀
      Okesip, tunggu lanjutannya, ya🙂

  2. Changmin ya, khawatir hanya karna takut jatahnya kurang,
    Ckckckck, gaji oppa kan banyaaak

    Ini gak mau di lanjutin ya thor?
    Yahh

  3. Eonni ffnya gk dilanjut kah? Padahal bagus lohh
    Kalau menurutku sih mending Soo eonni nda usah pake saingan

Mind to Leave Your Trail?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s