[Series] I Think I Love You – Chapter 1

I Think I Love You

I Think I Love You

Chapter 1

by

Jung Minrin (@reddsky_10)

transformed from Idwinaya / Isaac Sachii

SNSD Sooyoung || DBSK Yunho || DBSK Changmin

Length : Series || Rating : PG || Genre : Romance, Friendship, Sad

Note :

Dapet inspirasi setelah berulang kali dengerin lagunya DBSK yang Picture of You. Nggak terlalu nyambung sih, tapi ada nyambungnya dikit *loh*

Daripada bingung dan penasaran, silakan langsung dibaca.

Oiya, ada yang mau request? Silakan dibaca penjelasan di dalam cerita🙂

Happy Reading!

.

I Think I Love You

.

“Hei, Soo!” seru Changmin pada Sooyoung yang melintasi di depannya.

Sooyoung yang mendengar namanya dipanggil pun menoleh dan menatap Changmin. “Eh? Ada apa, Oppa?” tanya Sooyoung.

Yunho yang berjalan di samping Changmin pun mendongak sekilas, lantas kembali menunduk dan menatap layar ponselnya lekat-lekat. Ia memutuskan untuk menunggu Changmin sambil mengutak-atik ponselnya.

“Aku ingin mengucapkan terima kasih atas makan siang yang kau berikan kemarin,” ucap Changmin tulus.

Yunho yang mendengarnya, lagi-lagi, mendongak dan menatap ke arah Changmin dan Sooyoung. ‘Makan siang apanya?’ batin Yunho heran. Ia hanya mengangkat bahu, lantas kembali menekuni ponselnya.

Sooyoung tersenyum manis ke arah Changmin. “Cheonma, Oppa,” balas Sooyoung ringan. “Jadi, bagaimana rasanya? Enak?” tanya Sooyoung memastikan dengan mata yang berbinar.

Changmin tertawa pelan. “Tentu saja!” jawabnya, lantas mengacak pelan rambut Sooyoung. “Masakanmu selalu enak, Soo,” timpal Changmin.

“Yak, Oppa! Jangan mengacak rambutku!” seru Sooyoung kesal, lantas merapikan rambutnya. “Hm, bagaimana kalau aku membuatkanmu makanan lagi, Oppa?” tawar Sooyoung.

“Eh, jeongmal?” Mata Changmin nampak berbinar. Yah, Changmin memang selalu bersemangat jika berurusan dengan makanan, bukan?

“Ne!” jawab Sooyoung mantap. “Jadi, bagaimana? Oppa mau?” tanya Sooyoung sekali lagi. Entah kenapa, mata Sooyoung melirik sekilas ke arah Yunho yang sedang berdiri di balik tubuh Changmin, sambil bersandar pada dinding. Hm, ia merasa sungkan pada Yunho, mungkin?

“Tentu saja, Soo!” seru Changmin senang.

Sooyoung tersenyum manis. “Arrasseo, kalau begitu, besok aku akan membuatkan makanan untukmu,” jelas Sooyoung.

Changmin mendesah tak senang. “Kenapa besok? Kenapa tidak sekarang?” tanya Changmin.

Sooyoung tertawa, lantas menepuk perut Changmin. “Dasar perut karet!” sindir Sooyoung. “Hari ini, aku sedang sibuk, Oppa. Besok, aku tidak ada kegiatan apa-apa,” jelas Sooyoung.

Changmin mendengus kesal. “Ya, ya, tapi kau tak perlu menyindir begitu juga, kan?” Changmin mengusap perutnya yang ditepuk oleh Sooyoung.

Sooyoung tertawa kecil. “Arrasseo. Aku pergi dulu ya, Oppa?” pamit Sooyoung. “Annyeong, Changmin Oppa,” ucapnya, sambil melirik Yunho sekilas. “Eh, annnyeong, Yunho Sunbaenim.”

Yunho mendongak ketika tersadar namanya disebut. “E-eh? I-iya. Annyeong,” balasnya terbata.

Sooyoung tersenyum kecil, lantas segera melangkahkan kedua kaki jenjangnya menjauhi duo DBSK itu.

“Ayo, Hyung!” ajak Changmin pada Yunho.

“Hm.” Yunho hanya bergumam sebagai jawabannya.

***

“Lelah sekali rasanya,” gumam Changmin sambil menyandarkan punggungnya pada sandaran jok mobil.

Yunho masih berkutat dengan ponselnya. “Oiya Min, kau kelihatan dekat sekali dengan Sooyoung, ya?” tanya Yunho memastikan. Matanya sama sekali tidak beralih dari ponselnya.

Changmin menoleh ke arah Yunho. “Eh? Kenapa Hyung bertanya begitu?” tanya Changmin heran. Menurutnya, selama ini, Yunho selalu bersikap tak peduli pada sekitarnya, jika hal itu tidak berurusan dengan pekerjaan.

Yunho mengangkat bahu. “Hanya bertanya. Tidak boleh?” balasnya datar. “Sebagai seorang leader, aku harus tahu, dengan siapa saja kau berdekatan. Aku hanya tak ingin kau terlibat skandal atau semacamnya,” celoteh Yunho.

Changmin mendengus pelan. “Hyung, Sooyoung itu sudah kuanggap sebagai dongsaeng-ku sendiri. Makanya, aku dekat sekali dengannya,” jelas Changmin. “Lagipula, Hyung tak ingat ya, kalau kami sama-sama mendapat predikat evil?” tanya Changmin mengingatkan.

Yunho menatap Changmin sekilas, lantas mendengus pelan. “Ya, ya. Dasar evil,” gumamnya pasrah.

Changmin hanya tertawa pelan.

***

Yunho bersenandung kecil sepanjang jalannya menuju dorm. Kali ini, Yunho memang sendiri.

Sementara Changmin?

Changmin sedang mengikuti sesi pemotretan mendadak dari salah satu majalah fashion ternama di Korea, lanta berencana untuk menikmati waktunya bersama partner in crime-nya, Kyuhyun Super Junior.

Yunho mengernyit heran, ketika menyadari seorang gadis tengah berdiri di depan pintu dormnya. Ia segera berjalan mendekat. “Annyeong,” sapa Yunho.

Gadis itu menoleh. “Eh? Yunho sunbaenim?” Gadis itu nampak terkejut, lantas segera membungkuk hormat. “Annyeong,” sapanya.

“Choi Sooyoung?” Yunho terkejut ketika menyadari bahwa gadis itu adalah Sooyoung.

Sooyoung tersenyum canggung. “Maaf mengganggu, sunbae. Tapi, aku ingin menemui Changmin Oppa,” jelas Sooyoung.

Yunho menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. “Changmin, ya?” tanyanya. “Sayangnya, Changmin sedang mengikuti pemotretan mendadak hari ini,” jelas Yunho.

“Oh? Begitu, ya?” Sooyoung nampak kecewa. Tapi, ia segera memasang senyumannya. “Ngomong-ngomong, kapan Changmin Oppa akan kembali?” tanya Sooyoung.

“Entahlah.” Yunho hanya mengangkat bahu. “Mungkin, dia akan pulang larut, karena dia juga akan menemui Kyuhyun setelah pemotretan,” jelas Yunho.

“Oh.” Sooyoung mengangguk mengerti.

“Ngomong-ngomong, apa kau memiliki pesan yang harus kusampaikan pada Changmin?” tanya Yunho.

Sooyoung tersenyum. “Tidak, sunbae,” jawab Sooyoung. “Aku hanya ingin mengantarkan ini,” ucap Sooyoung sambil menunjukkan sebuah bingkisan.

“Eh? Apa?” tanya Yunho heran.

Sooyoung tertawa kecil. “Makanan yang dipesan oleh Changmin Oppa,” jelas Sooyoung.

“Oh.” Yunho mengangguk mengerti.

Sooyoung terdiam sejenak. “Hm, untuk Yunho sunbae saja,” ucap Sooyoung lirih.

“Eh?” Yunho terkejut.

Sooyoung menatap Yunho. “Makanan ini untuk Yunho sunbae saja,” tegas Sooyoung.

“Jinjja?” Yunho terbelalak. “Bukankah makanan ini untuk Changmin?”

Sooyoung tersenyum. “Hm, karena Changmin Oppa sedang tidak ada dan kemungkinan pulang larut, jadi makanan ini untuk Yunho sunbae saja. Lagipula, Changmin Oppa pasti juga sudah makan. Aku bisa membuatkan makanan lagi untuknya besok,” jelas Sooyoung. “Ini.” Sooyoung menyodorkan bingkisan yang dibawanya.

Yunho menerimanya dengan ragu. “Baiklah,” jawabnya lirih. “Hm, bagaimana kalau kau menemaniku memakan ini?” ajak Yunho.

Sooyoung nampak ragu.

“Well, aku tak yakin, kalau aku bisa menghabiskan makanan ini. Lagipula, aku tak terbiasa makan sendiri. Apalagi, Changmin baru pulang nanti malam. Bisa mati kelaparan aku,” celoteh Yunho.

Sooyoung tersenyum kecil. “Baiklah.”

***

“Oh? Jadi, kau memberikan makanan itu untuk Yunho Hyung?” Changmin sedang menelepon Sooyoung melalui ponselnya, sementara matanya menatap tajam ke arah Yunho yang sedang menikmati ramennya.

Yunho melirik Changmin sekilas dan hanya mengangkat bahu. Ia kembali menikmati ramennya sambil menonton TV.

Changmin mendengus pelan karena diabaikan oleh Yunho. “Baiklah, baiklah,” ucap Changmin. “Kalau begitu, aku menunggu masakanmu lagi besok, ya?” tanya Changmin.

Tak lama, Changmin pun memutuskan sambungan teleponnya dengan Sooyoung.

BRUK!

Changmin menjatuhkan tubuhnya di samping Yunho. “Hei, Jung Yunho! Kenapa kau menyerobot makananku, heh?” tanya Changmin jengkel.

Yunho menghela nafas, lantas menoleh ke arah Changmin. “Bukan menyerobot. Sooyoung-lah yang memberikannya padaku,” jelas Yunho enteng.

Changmin menggeram kesal. “Lalu, kenapa kau tidak menyimpannya saja di kulkas? Kan, aku bisa memakannya setelah pulang dari dorm Super Junior,” rajuk Changmin.

Yunho meletakkan cup ramennya di atas meja, lalu menatap Changmin. “Dengar, ya? Aku merasa tak enak pada Sooyoung. Gadis itu baik sekali,” jelas Yunho. “Lagipula, aku menghabiskan makanan itu dengan Sooyoung. Sungguh!” tegas Yunho.

Changmin menatap Yunho tajam. “Bilang saja, kalau kau iri padaku, Hyung! Selama ini, tak ada satu pun gadis yang perhatian padamu, makanya saat Sooyoung memperhatikanmu, kau langsung mengambil kesempatan,” cibir Changmin.

Yunho mengernyit heran melihat sikap Changmin. “Kau kenapa sih, Min? Kau jatuh cinta pada Sooyoung, ya? Kau cemburu?” tanya Yunho heran.

Changmin memalingkan wajahnya kesal. “Tidak. Sudah kubilang, bahwa kami berdua seperti kakak-beradik,” jelas Changmin.

“Lalu, kenapa kau bersikap seperti itu? Seperti namja yang cemburu melihat kekasihnya dengan namja lain saja,” celetuk Yunho.

Changmin mendengus keras. “Bukan begitu, Hyung! Kalau kau hadir diantara aku dan Sooyoung, artinya, Sooyoung juga akan perhatian padamu dan jatah makanan dari Sooyoung akan berkurang!” seru Changmin.

Yunho melongo mendengarnya. Sedetik kemudian, ia tertawa keras-keras. “Jadi, itu yang kau permasalahkan?” Yunho tetap tertawa.

“Ya, Jung Yunho! Tak ada yang lucu, tak ada yang patut ditertawakan!” seru Changmin.

“Kau khawatir kalau Sooyoung akan lebih perhatian denganku?” Yunho kembali tertawa. “Ayolah, Shim Changmin, kau tahu sendiri, hubunganku dengan Sooyoung itu seperti apa. Kami tidak dekat dan aku yakin, bahwa hubungan kami itu hanya sebatas formalitas. Jadi, jangan khawatir,” jelas Yunho.

Changmin menatap Yunho tajam. “Aku pegang kata-katamu, Jung!” seru Changmin. Lantas, ia bangkit dari duduknya dan meninggalkan Yunho di ruang tengah.

Yunho masih tertawa, lantas kembali menyantap ramennya. ‘Ada-ada saja,’ batinnya.

***

“Terima kasih atas kerja samanya!” seru Yunho pada crew dance-nya hari ini. Dia merasa senang karena crew dance-nya kali ini benar-benar mudah diajak bekerja sama. Jadi, mereka tidak perlu melewati latihan terlalu lama dan bisa menghabiskan sisa waktunya dengan kegiatan lain.

Setelah ini, Yunho hendak menikmati makan siang dengan Eunhyuk dan Donghae Super Junior. Lantas, ia akan segera mengikuti vocal coaching bersama Changmin.

Yunho menuju ke kursi panjang yang terletak di tepi ruang tari, tempat ia meletakkan tasnya. Saat hendak mengambil tasnya, ia terkejut ketika melihat sebuah bingkisan berwarna merah terletak di atas tasnya. Ada sebuah catatan kecil di atas bingkisan tersebut.

Annyeong, Yunho sunbaenim

Karena hari ini, waktuku cukup senggang, jadi aku memutuskan untuk memasak makanan untukmu. Aku juga mengirim masakan untuk Changmin Oppa, hehe ^^

Semoga, sunbae menikmati masakanku.

Hoobae-mu,

Choi Sooyoung

Tanpa sadar, Yunho menarik kedua sudut bibirnya. Dalam hati ia berucap, ‘Maaf, Shim Changmin. Sepertinya, aku tak bisa menepati janjiku.’

.

TBC

YunSoo Fic. Crack, ya?

Entahlah, tapi yang penting, aku suka banget sama pairing ini. Aku emang nggak ngarep YunSoo itu real. Tapi aku ngebayangin interaksi mereka pasti lucu banget.

Disini, ceritanya, Yunho dan Sooyoung itu emang nggak terlalu deket. Makanya, interaksinya kayak gimana gitu.

Awal chap emang terkesan fluffy, tapi nantinya bakalan ada Sad-nya, hiks😥

Oiya, seperti yang udah aku tulis di atas, bolehkah aku minta tolong? Sebenernya, aku mau nambah satu main cast cowok lagi, yang nantinya bakaln jadi saingannya Yunho.

Yang jelas, jangan Changmin. Aku nggak bisa bayangin kalau Yunho dan Changmin yang se-grup harus rebutan Sooyoung. Lagian, dari awal, aku udah bikin konsep, kalo interaksi mereka itu mirip kakak-adik yang deket banget. Selain itu, aku juga udah punya proyek ff ChangSoo. Jadi, ChangSoo-nya aku keep untuk next story aja, hehe ^^

Nah, ada sarankah? Kasih alasannya juga, ya? Usul yang aku ambil berdasar alasan paling menarik🙂

So, please feel free to share with me, okay?

Love,

Jung Minrin

12 responses to “[Series] I Think I Love You – Chapter 1

  1. waa bagus ini eonn jarang loo ff yunsoo
    cast cowok ya? dari sj aja tapi jangan kyuppa, donghae ? ato trserah deh
    aku gak pilih rival dari exo soalnya exo terlalu muda untuk jadi rivalnya tvxq jadi gak cocok terkesan aneh menurutku
    next part ditunggu😀

    • Iya, jarang banget YunSoo😦
      Donghae? Siplah🙂
      Iya, menurutku EXO emang belum bisa disandingin sama TVXQ, hehe😀 Kasihan juga, secara jelas-jelas, nanti di fic ini EXO bakalan jadi hoobae-nya TVXQ😀
      Makasih sarannya, saeng ^^

  2. Aslinya mereka dket banget kan ya?
    Apakah ternyata ada benih2 cinta diantara mereka? Hehehe
    Berarti cinta berawal dari makanan dong ya thor, hmmm

Mind to Leave Your Trail?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s