[Series] Puzzle – First Piece

puzzle

Title : Puzzle

Author : Idwinaya / Jung Minrin (@reddsky_10)

Genre : Romance

Rating : G (sewaktu-waktu bisa berubah)

Length : Series

Cast :

Kris EXO-M

Xiu Min Exo-M

Jessica SNSD

Sooyoung SNSD

Tiffany SNSD

Poster : pearlshafirablue

***

“Kaulah potongan puzzle terakhir yang telah menyempurnakan hidupku.”

-Kris-

“Kehilangan satu potong puzzle saja, maka hilanglah kata sempurna.”

-Xiu Min-

“Tidak akan pernah ada 2 potong puzzle yang sama yang bisa bersatu.”

-Jessica-

“Kalau bukan aku yang menjadi potongan puzzle pertama, maka kau tidak akan pernah bisa menyelesaikannya.”

-Sooyoung-

***


Hello?”, sapa Kris lewat poselnya, sambil fokus pada laptop di hadapannya.

“Ini ibu, Kris.”, jawab seorang wanita di seberang sana dalam Bahasa Cina.

“Ah, ibu.” Kris langsung memalingkan wajahnya dari laptop-nya dan memutar kursinya sehingga menghadap ke arah jendela besar yang menampilkan pemandangan kota New York di malam hari. “Ada apa ibu menelpon Kris malam-malam begini?”, tanya Kris heran. Ia tahu betul bahwa ibunya tidak akan menelpon di malam hari jika bukan ada urusan yang sangat mendadak dan penting.

“Ibu ingin memberitahukan sesuatu padamu. Ini tentang masa depanmu, Kris.”, ucap ibunya.

Ah, ayolah. Jangan perjodohan lagi, batin Kris sambil memutar kedua bola matanya dengan malas.

“Ibu akan mengenalkanmu dengan salah satu putri teman ibu di Seoul.”, lanjut ibunya.

“Ibu…”, desah Kris. “Bukankah aku sudah mengatakan pada Ibu bahwa aku masih ingin fokus pada pekerjaanku dulu? Aku masih belum ingin dijodohkan, Bu.”, jelas Kris, seolah sudah hafal kalimat penolakan yang selama ini ia ucapkan untuk ibunya.

“Ayolah, Kris. Siapa juga yang mau menjodohkanmu? Ibu kan, hanya ingin mengenalkanmu dengan putri teman ibu. Tidak ada salahnya, bukan?”, desak ibunya.

“Walau bagaimanapun juga,” Kris bangkit dari duduknya dan mendekat ke arah jendela, “tujuan Ibu adalah untuk menjodohkanku, bukan?”

“Setidaknya, kau kan, bisa mencoba untuk mengenalnya terlebih dahulu. Kalau kau tidak cocok, kau bisa berteman saja dengannya.”, jelas ibunya. “Ibu bisa mengenalkan lebih banyak gadis untukmu, kok.”, imbuhnya.

Cish! Kris mengumpat pelan. “Lalu, aku harus melakukan apa?”, tanya Kris malas, akhirnya menyerah.

“Kau harus terbang ke Seoul untuk menemui gadis itu.”

“APA???”

***

“Mr. Wu?”

Kris tersadar dari lamunannya, saat merasakan sesuatu menepuk pundaknya. “Ah, ternyata kau Nona Hwang.”, respons Kris saat mengetahui kehadiran sekretarisnya, Tiffany Hwang.

“Kopi?”, tawar Tiffany.

“Ah, terima kasih banyak, Nona Hwang.” Kris mengambil secangkir kopi yang disodorkan Tiffany.

Tiffany mengulas senyum. “Tadi, saya lihat ruangan Anda sudah kosong. Saya pikir, Anda sudah pulang. Padahal, saya baru saja membuatkan Anda kopi. Eh, ternyata Anda malah disini.”, tutur Tiffany.

Kris tertawa renyah. “Pekerjaanku sudah selesai. Hanya saja, aku masih belum ingin pulang. Rasanya, kalaupun aku pulang, sebagian pikiranku pasti masih tertinggal disini.”

“Anda punya masalah?”

Kris terdiam sejenak, menimbang-nimbang apakah ia harus menceritakan masalahnya pada Tiffanya atau tidak. “Ya, begitulah.”

Hening sejenak. Kris dan Tiffany sama-sama menatap ke arah kota New York yang dibingkai kaca-kaca besar gedung kantor mereka.

Kris mendesah berat. “Apa yang akan kau lakukan jika dijodohkan oleh keluargamu, Tiffany?”, tanya Kris, memecah keheningan.

Tiffany menatap intens ke arah atasannya tersebut, seolah berusaha membaca permasalahan yang dihadapi Kris. “Tentu saja, saya akan menerimanya.”, jawab Tiffany riang.

“Meski kau sudah dijodohkan berkali-kali?”

“Meski saya sudah dijodohkan berkali-kali.”

Kris balik menatap ke arah gadis di sampingnya tersebut. “Kau benar-benar aneh, Nona Hwang.”

“Bagian mana yang membuat saya aneh di mata Anda, Tn. Wu?”

Kris tertawa, lalu membalik badannya. “Tentu saja aneh. Mana mungkin, ada seseorang yang betah jika harus dijodohkan berkali-kali? Benar-benar membosankan.”, tutur Kris. “Untuk apa kita harus ikut perjodohan berkali-kali, kalau toh, hasilnya tetap sama? Bukankah itu merupakan suatu pertanda dari Tuhan, bahwa kita tidak akan menemukan jodoh bukan melalui perjodohan?”

Tiffany menatap Kris dan tersenyum penuh arti. “Atau mungkin, itu adalah pertanda dari Tuhan, bahwa kita harus semakin giat untuk mengikuti perjodohan.”

***

“Pilihan yang bagus, Nak.”

Kris hanya mengangguk-angguk lemah, meski ia tahu, bahwa ibunya tidak bisa melihat anggukannya tersebut. Tentu saja! Ia kan, sedang berbicara dengan ibunya lewat telepon. “Terserah ibu saja.”, gumam Kris.

Ny. Wu tertawa renyah mendengar ucapan Kris. “Jangan lemas seperti itu, Kris. Kau harus semangat!”, ucap Ny. Wu.

“Baiklah, Bu.”, balas Kris, masih terdengar malas.

“Jalan yang cepat, Kris. Kau ingin membuat Ibu jamuran karena menunggumu?”

“Iya, Bu. Kututup dulu telponnya, ya? Aku akan segera melintasi metal detector.” Kris memutus sambungan telponnya dan mulai melintasi metal detector.

Saat ini, Kris sudah mendarat dengan selamat di Bandara Incheon. Setelah berbicang dengan Tiffany dan bergelut dengan pikirannya sendiri, Kris pun memutuskan untuk mengambil penerbangan ke Korea Selatan pada pagi hari untuk menikmati liburan sekaligus bertemu dengan anak teman ibunya.

Setelah dipikir-pikir, ucapan Tiffany ada benarnya juga. Mungkin saja, Tuhan memberi pertanda baginya mengenai jodohnya melalui berbagai perjodohan konyol yang harus dijalaninya.

Kris melanjutkan langkahnya menuju ke salah satu cafe yang terdapat dalam bandara, tempat ia dan ibunya akan bertemu. Sesekali, ia mengecek ponselnya.

“Hai!!!”

Kris mendongak ke arah suara yang memecah keheningan sekitar. Entah apa yang membuat Kris mendongak, padahal ia merasa cukup asing dengan suara itu. Dilihatnya seorang gadis bertubuh tinggi semampai yang tengah melambai ke arahnya sambil menyunggingkan senyuman di wajahnya.

“Hai!”, sapa gadis itu lagi, lalu melangkah mendekat ke arah Kris.

Kris mengerutkan alisnya. Ia bingung dan heran. Ia merasa tidak pernah mengenal gadis di hadapannya. Namun, kenapa gadis itu bersikap seolah sudah sangat akrab dengannya?

Siapakah gadis itu?

Mungkinkah ini akhir dari berbagai pertanda yang ditunjukkan Tuhan selama ini?

Atau justru, ini adalah awal dari perjalanan panjang Kris dalam mencari cinta?

TBC

***

*tringtring*

Gimana FF-nya, readers tercinta? Bagus, gak? Keren, gak? Atau jelek, ya?

Ah, terserah tanggapan readers. Tapi yg jelas, mohon tinggalkan komen, ya?? Please, please ^_^

Love,

Jung Minrin

Mind to Leave Your Trail?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s