[Drabble] Waiting

Waiting

Title : Waiting

Author : Idwinaya / Jung Minrin (@reddsky_10)

Cast :

Luhan EXO M

Jessica SNSD

Xiu Min EXO M

Rating : G

Length : Drabble

Genre : Romance, Friendship, Family

***

Luhan’s POV

From : Jessica

Hei! Jangan sampai lupa untuk mengantarku besok malam, pukul 7!

Ingin rasanya aku tertawa saat membaca pesan singkat dari Jessica. Aku ingat, bahkan masih menyimpan pesannya yang juga berisi sama dengan isi pesannya barusan: mengingatkanku untuk menjemputnya.

Tapi, aku masih sadar bahwa aku sedang menikmati makan siang dalam meja yang sama dengan atasanku dan tentu saja, aku harus menjaga sikapku. Aku pun segera mengetik sebuah balasan untuknya, takut kalau ia akan marah jika aku membalas pesannya terlalu lama.

To : Jessica

Tentu saja tidak! Kau ini, dasar cerewet.

Segera kumasukkan ponselku ke dalam saku jas-ku karena takut jika atasanku memperhatikanku. Aku memang suka sekali menggoda Jessica. Entahlah. Mungkin, karena sifatnya yang begitu kekanakan dan mudah marah meski hanya digoda.

Tak lama, kurasakan, ponselku kembali bergetar. Aku segera membuka ponselku dan mendapati bahwa Jessica baru saja mengirimkan balasan untukku.

From : Jessica

Yak! Jangan meledek!

Jemput saja aku atau KITA PUTUS. Arasseo?

Selalu saja mengancam dengan cara seperti itu. Ia memang tahu betul bahwa aku pasti ketakutan jika diancam seperti itu. Memangnya, harus bagaimana lagi? Sungguh, aku tak ingin kehilangan seseorang seperti Jessica. Dia adalah gadis yang sangat baik, menyenangkan, periang. Satu hal yang penting untukku adalah bahwa AKU MENCINTAINYA. Kalau sudah begini kasusnya, apa lagi yang bisa kulakukan selain berusaha mempertahankannya di sisiku?

Akhirnya, aku pun mulai menuliskan balasan lagi.

To : Jessica

Arasseo. Aku PASTI akan menjemputmu.

Jangan khawatir.

***

“Kau yakin, tak ingin pulang?”

Aku menoleh ke arah Xiu Min yang sedang mengancingkan jas kerjanya. Nampaknya, dia sudah bersiap untuk pulang kerja.

Aku memandang ke arah arlojiku dan layar komputerku bergantian. “Sepertinya, belum.”, jawabku lesu. Bagaimana tidak. Secara mendadak, atasanku yang tak kenal waktu itu memerintahkanku untuk menyusun beberapa dokumen yang harus diserahkan pada direktur utama besok pagi.

“Yah, sayang sekali. Padahal, aku dan rekan-rekan dari divisi lain akan pergi bersama malam ini.”, tutur Xiu Min. “Baiklah, kalau begitu, Luhan. Aku pulang dulu, ya. Jangan terlalu memaksakan diri.”, pesan Xiu Min, lalu meninggalkanku sendirian.

Seperginya Xiu Min, aku melirik ke arah ponsel-ku yang tergeletak di atas meja. Ponselku tak henti-hentinya bergetar selama setengah jam yang lalu. Dari siapa lagi, kalau bukan dari Jessica yang mungkin sudah naik pitam karena aku tak kunjung tiba di rumahnya untuk mengantarnya ke pesta ulang tahun sahabatnya.

Kali ini, aku benar-benar memilih untuk menghindar dari amukan yeoja itu. Aku benar-benar ingin fokus pada pekerjaanku kali ini.

Mianhae, Jessica.

Luhan’s POV end

***

“Hai, Jess.”

Jessica yang sedang mengutak-atik ponselnya itu menoleh sekilas sambil menyunggingkan senyumnya pada namja yang baru saja memanggilnya, Luhan.

Luhan yang nampak canggung, langsung menggaruk-garuk tengkuknya yang sama sekali tak gatal itu. Ia bingung untuk menghadapi kemarahan Jessica. Mungkin, ia sudah terbiasa dengan sikap Jessica yang ngomel-ngomel tak jelas karena kesalahan orang lain. Tapi, Luhan sendiri, belum pernah melihat kemarahan Jessica yang disebabkan oleh ulahnya. Entah kenapa, Luhan merasa kemarahan Jessica justru lebih parah dari sebelumnya.

Meski sikapnya terlihat begitu santai dan seolah tidak terjadi apa-apa, namun sikap yang seperti itu justru misterius dan membuat banyak orang bingung dan cemas.

“Kau sedang apa, Jess?”, tanya Luhan, basa-basi, lalu duduk di samping Jessica.

“Mengecek e-mail.”, jelas Jessica sambil menunjukkan ponselnya dengan gaya yang menurut Luhan sangat kekanakan dan menggemaskan.

Yah, sejauh ini, masih baik-baik saja.

“Jadi, bagaimana pestanya semalam?”, tanya Luhan lagi.

“Menyenangkan. Aku bertemu banyak kawan baru disana. Bukankah itu menarik, Luhan?”

“Tentu. Tentu saja, Jess.” Luhan mengelus dadanya, tanpa sepengetahuan Jessica. Itu artinya, semalam Jessica sudah pergi ke pesta tersebut. Tapi, naik apa? Mobilnya sedang ada di bengkel dan keluarganya sedang berada di luar kota. “Ngomong-ngomong, aku minta maaf, karena aku tidak bisa menjemputmu semalam.”, ucap Luhan.

“Sudahlah, tak apa.” Jessica mengibaskan tangan kanannya.

“Sungguh?”

“Sungguh!”, balas Jessica, tanpa memandang ke arah Luhan.

“Seharusnya, kau marah padaku, Jess! Jangan membuatku bingung seperti ini!”, tegas Luhan.

Jessica mengalihkan pandangannya dari ponselnya dan menatap intens ke arah Luhan. “Bingung? Kenapa harus bingung, Luhan?”, tanya Jessica heran.

“Untuk hal sepele saja, kau sering marah-marah tak jelas padaku. Masa untuk hal semacam ini, kau justru tak marah padaku.”, tutur Luhan.

Jessica tertawa lirih. “Jadi, kau ingin aku marah?”

“B-bukan begitu maksudku, Jess. Hanya saja…”

“Yang penting, aku sudah berhasil sampai di pesta itu dan kembali lagi ke rumah dalam keadaan selamat.”, ucap Jessica tulus.

“Kau tidak mau kita berdua putus, kan?”, tanya Luhan memastikan.

“Tentu saja tidak. Aku sudah melupakan masalah itu, kok.”, jawab Jessica riang, sambil menyunggingkan sebuah senyuman. “Lagipula, kau tenang saja. Setelah ini, aku janji tak akan merepotkanmu lagi, Sepupu-ku.”, kata Jessica.

“Eh? Kenapa?”

“Min Seok-ah, kemarilah!”, panggil Jessica pada seorang pria yang nampak sedang membawa segelas jus jeruk.

Pria yang dipanggil Min Seok itu mempercepat langkahnya, mendekat ke arah Jessica dan Luhan.

Luhan masih berusaha melihat wajah pemuda itu, namun minus matanya, menghalanginya untuk melihat secara jelas.

“Luhan, kenalkan. Ini Min Seok, namjachingu-ku, yang bahkan rela meninggalkan teman-temannya untuk mengantarku ke pesta.”, jelas Jessica dengan nada menyindir.

“Xi-xiu Min???”

“L-luhan???”

END

***

Gimana nih, FF Drabble saya? Sudah cukup nggantung-kah? Atau kurang memuaskan?

FF ini terinspirasi dari sebuah soal Bhs. Inggris yang saya dengar di tempat kursus. Malamnya, saya langsung buat ngetik, deh. Dan akhirnya, jadilah FF gaje ini.

Awalnya, saya bingung untuk masukkan ini sebagai Drabble atau Oneshoot. Akhirnya, saya kategorikan dalam Drabble aja, krn jumlah katanya yg cukup sedikit. Tapi, kalau menurut readers kurang cocok, ya saya mohon maaf yg sebesar-besarnya.

Terus, soal pairing yang ada di FF ini, saya milihnya asal-asalan, asil comot nama aja, tanpa mikir dulu. Padahal, emang kagak pernah mikir #plakk

Ya udah deh, Readers. Mohon comment-nya aja, yaa. Hehehe.

2 responses to “[Drabble] Waiting

  1. Eonni ada yang buat aku bingung!! Jessica eonni kok bilang Luhan oppa sepupunya bukannya Luhan oppa itu yeoja chingunya ya!!

Mind to Leave Your Trail?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s