[Series] Coffee – Chapter 1

Coffee

Title : Coffee (Sequel of Chocolate)

Author : Isaac Sachii / Jung Minrin (@reddsky_10)

Cast :

–          Cho Kyuhyun

–          Choi Siwon

–          Choi Sooyoung

–          Shim Changmin

–          Kim Taeyeon

Rating : PG

Length : Series

Genre : Romance, Friendship, Family

Note : Karena waktu itu readers minta untuk dibuatkan sequel dari FF Chocolate, so this is the sequel ^^

Selamat membaca, readers!

***

“Terima kasih, Tuan Choi.”, ucap Kyuhyun sambil membungkukkan badannya pada sosok namja yang berdiri di hadapannya.

Namja itu tersenyum simpul, sehingga memunculkan dua lesung pipit di wajahnya. “Tak perlu bersikap formal seperti itu.”, ucapnya. “Kau bisa memanggilku Hyung. Dan bolehkah aku memanggilmu Kyuhyun saja?”, lanjut namja itu.

Kyuhyun nampak ragu. “Tapi, bolehkah aku memanggil Anda dengan sebutan ‘Hyung’? Maksudku, bagaimanapun juga, kau adalah…”

Namja berlesung pipit itu mengibaskan tangannya. “Tak apa. Ini semua tak lebih untuk mengakrabkan kita berdua, Kyu.”, tegas namja itu. “Boleh kan, aku memanggilmu dengan panggilan Kyu?”, tanya namja itu memastikan.

Kyuhyun tersenyum. “Tentu saja, Siwon Hyung. Aku tak akan keberatan kalau kau memanggilku Kyu.”, kata Kyuhyun tulus.

Namja berlesung pipit itu—Siwon—tersenyum puas. “Baiklah, kalau begitu. Mari kita duduk.”, ajak Siwon, lalu terduduk di atas kursi.

Kyuhyun pun mengikuti Siwon, duduk tepat di hadapannya.

“Jadi, bagaimana kabar arsitek mudaku ini, hm?”, tanya Siwon.

Kyuhyun tertawa kecil. “Lumayan baik, Hyung.”, jawab Kyuhyun.

“Lumayan?” Siwon mengernyit.

Kyuhyun menghela nafas panjang. “Akhir-akhir ini, aku merasa terlalu lelah dan mudah sekali mengantuk, Hyung.”, jelas Kyuhyun.

Siwon tertawa. “Maka dari itu, jangan terlalu memaksakan diri dengan pekerjaanmu.”, kata Siwon mengingatkan. Ia tahu betul, kalau Kyuhyun adalah tipikal namja workaholic.

“Aku hanya ingin menyelesaikan semua pekerjaanku dengan segera, sehingga aku bisa memulai proyek baruku bersamamu, Hyung.”, tutur Kyuhyun. “Jujur saja, bekerja sama dengan seorang pengusaha sukses sepertimu adalah suatu kebanggan. Kurasa, aku harus banyak belajar dari kesuksesanmu selama ini.”, lanjut Kyuhyun.

Siwon terkekeh. “Arra, arra. Aku pasti akan mengajarimu segalanya, selama kau masih menjadi rekan kerjaku.” Siwon tertawa. “Tapi yang paling penting sekarang adalah bahwa kita membicarakan mengenai proyek bersama kita ini.”, kata Siwon.

“Tentu saja, Hyung.”, balas Kyuhyun setuju.

“Jadi, bagaimana kabar terakhir dari proyek kita ini?”, tanya Siwon.

“Kemarin lusa, asistenku menerima laporan dari perusahaanmu, Hyung. Setelah itu, aku baru membaca laporan tersebut dan mulai mengerjakan proyek ini sesuai dengan laporan tersebut.”, jelas Kyuhyun. “Kini, proyek yang berada di tanganku sudah berjalan sekita 20 persen.”, kata Kyuhyun memberi tahu.

Siwon mengangguk mengerti. “Kau memang orang yang sangat bisa diandalkan, Kyu. Kerjamu sangat cepat.”, puji Siwon. “Kuharap, kau tidak melakukan kecerobohan dalam pengerjaan proyek tersebut.”, katanya mengingatkan.

“Aku akan memastikan bahwa tak ada satu pun titik yang terlewatkan.”, ucap Kyuhyun mantap.

Siwon menepuk-nepuk pundak Kyuhyun sambil tersenyum puas. “Berarti rasa kantuk dan lelahmu itu tak sia-sia, karena semuanya pasti akan berakhir dengan kesuksesan, Kyu.”, gumam Siwon. “Hanya saja, kau harus tetap menjaga kesehatanmu.”

Kyuhyun tersenyum simpul. “Tentu saja, Hyung. Itu sudah pasti.”

***

“Kau sudah menerima laporan dari Akira?”, tanya Kyuhyun sambil membaca dokumen di tangannya.

Seorang gadis yang berdiri di hadapannya mengangguk. “Sudah, Tuan.”, jawabnya. “Pagi ini, Tuan Nagano mengirimkan laporannya melalui e-mail. Saat ini, saya dalam proses mengunduh laporan tersebut, Tuan.”, jelas gadis itu.

Kyuhyun mengangguk mengerti, lalu menutup dokumen yang baru saja dibacanya. “Baiklah. Setelah kau selesai mengunduhnya, tolong segera serahkan laporannya padaku, Kim Taeyeon.”, kata Kyuhyun.

“Baik, Tuan Cho.”, jawab gadis itu—Kim Taeyeon—dengan mantap.

“Aku sudah memeriksa dokumen ini. Sejauh ini, tak ada yang mencurigakan dari permohonan ini. Jadi, kau bisa langsung menghubungi pihak Brown Enterprises.”, tutur Kyuhyun.

“Baik, Tuan. Akan segera saya laksanakan.”, balas Taeyeon.

TOK! TOK! TOK!

Kyuhyun melihat ke arah pintu ruang kerjanya. “Masuklah.”, perintah Kyuhyun.

Pintu itu pun terbuka. Muncul sosok namja bertubuh jangkung dari balik pintu itu. “Hei, Kawan! Lama tak bertemu!”, seru namja bertubuh jangkung itu dalam bahasa Korea.

“Shim Changmin?”, tanya Kyuhyun tak percaya.

“Ne.” Namja bertubuh jangkung bernama Changmin itu pun berjalan mendekat ke arah Kyuhyun.

“Maaf, Tuan. Saya permisi dulu.” Taeyeon memutuskan untuk undur diri dari ruangan Kyuhyun, membiarkan dua sahabat itu untuk melepas rindu.

Kyuhyun hanya mengangguk.

Changmin langsung memeluk tubuh Kyuhyun. “Lama tak bertemu, Kawan!”, seru Changmin.

“Ne.”, jawab Kyuhyun setuju. “Bagaimana kabarmu?”

“Lumayan baik.” Changmin tersenyum, lalu melepas pelukannya. “Bagaimana denganmu?”

“Baik.”, jawab Kyuhyun singkat. “Ngomong-ngomong, apa yang membawamu kemari?”, tanya Kyuhyun.

“Beberapa hari yang lalu, aku berkunjung ke rumah orang tuamu.”, kata Changmin. “Mereka banyak bercerita tentang kehidupanmu yang sekarang.”, lanjutnya. “Termasuk tentang kehidupan cintamu.”

Kyuhyun tersentak. “Cinta?”

“Ne. Mereka prihatin karena kau tak kunjung mendapatkan kekasih sampai usiamu yang ke-25 ini.”, tutur Changmin.

Kyuhyun tertawa. “Mereka berkata seperti itu? Memangnya, kau tak tersinggung?”, tanya Kyuhyun.

“Tersinggung? Untuk apa?”

“Karena sama jomblo-nya sepertiku.”

Kali ini, Changmin yang tertawa. “Siapa yang mengatakan kalau aku jomblo, hah? Aku sudah memiliki seorang yeojachingu.”, tegas Changmin.

“Eh? Jinjja?”

“Ne.”, jawab Changmin mantap. “Kau masih ingat dengan Yoona, kan?”

Oh~ Gadis itu. Kyuhyun ingat betul siapa Yoona yang dimaksud oleh Changmin. Pasti, Yoona adalah teman sekelasnya di SMA dulu. “Ne. Teman dari Sooyoung, bukan?”, tanya Kyuhyun memastikan.

“N-ne.”, jawab Changmin agak takut. “Kau baik-baik saja kan, Kyu?”

Kyuhyun tahu alasan Changmin menjadi agak takut. Sepertinya, Changmin mengkhawatirkan kondisi Kyuhyun, jika mengungkit kembali tentang masa lalunya. “Tak apa.”, kata Kyuhyun menenangkan. Lalu, Kyuhyun menarik laci mejanya dan mengambil sesuatu dari dalam sana.

Mata Changmin membulat sempurna ketika menyadari benda yang baru saja diambil Kyuhyun.

Coklat.

“Kau suka coklat, Kyu?”, tanya Changmin tak percaya.

“Waeyo? Tak ada salahnya, bukan?”

***

“Annyeong, Kyu.”

Kyuhyun sedikit tersentak ketika mendengar ucapan seorang namja di seberang sana. Ia nyaris saja menjatuhkan ponselnya, kalau saja, ia tidak bisa mengontrol dirinya sendiri. Ia melihat ke arah layar ponselnya sekali lagi dan memastikan nama yang tertera di ponselnya.

Choi Siwon

Ini tidak salah, kan?

“Morning, Hyung.”, balas Kyuhyun dengan ramah dan masih agak bingung.

Siwon tertawa di seberang sana. “Heran karena aku menggunakan bahasa Korea, ya? Ini pasti baru pertama kalinya bagimu untuk mendengarku berbicara dalam bahasa Korea, kan?”, tebak Siwon.

Kyuhyun tertawa kecil. “Benar, Hyung. Selama ini, yang ku tahu, kau berbicara dalam bahasa Inggris. Bahkan, dalam setiap pertemuan kita pun, kau selalu berbicara dalam bahasa Korea.”, tutur Kyuhyun. “Ini agak janggal, Hyung.”, komentar Kyuhyun.

Siwon tertawa renyah. “Aku hanya ingin melestarikan budaya Korea. Sekali-sekali, berbicara bahasa Korea juga penting, meski aku sudah jarang tinggal di Korea.”, kata Siwon. “Ngomong-ngomong, kenapa kau terdengar seperti begitu kelelahan, Kyu? Lembur, eoh?”, tanya Siwon simpatik.

Kyuhyun terkekeh pelan. “Semalam, aku susah tidur, Hyung. Jadi, kuputuskan untuk melanjutkan pengerjaan proyek ini.”, jelas Kyuhyun. “Alhasil, sekarang aku merasa sangat mengantuk.”, imbuhnya. “Padahal, asal Hyung tahu saja, aku sudah menghabiskan sekitar tiga cangkir kopi sejak tiba di kantor.”, kata Kyuhyun memberi tahu.

Siwon tertawa di seberang. “Kopi? Kau adalah pemuda cerdas yang kuno, Kyu.”

Kyuhyun mengernyit tak mengerti. “Maksudmu, Hyung?”

“Kau masih saja percaya bahwa kopi bisa membuatmu tidak mengantuk, eoh?”, tebak Siwon. “Ayolah, Kyu. Yang kutahu, kopi justru membawa dampak buruk bagi kesehatanmu.”, kata Siwon.

“Ne, Hyung. Aku tahu itu.”, ucap Kyuhyun setuju. “Tapi, mau bagaimana lagi? Sepertinya, aku sudah kecanduan.”, gumam Kyuhyun.

Siwon tertawa kecil. “Kalau begitu, aku akan membantumu menghilangkan kantukmu hari ini.”

“Eh?”

“Aku ingin membicarakn sesuatu denganmu.”, kata Siwon memberitahu. “Jadi, bagaimana kalau kita bertemu saja di Poseidon Restaurant saja untuk berbincang, sekaligus menikmati makan siang?”, usul Siwon. “Sekarang idak terlalu awal untuk menikmati makan siang kan, Kyu?”, tanya Siwon memastikan.

Kyuhyun melihat ke arah jam tangannya. Sekarang sudah menunjukkan pukul 1.12 siang. Lagipula, Kyuhyun merasa perutnya meminta untuk diisi. “Tidak kok, Hyung.”, jawab Kyuhyun. “Baiklah. Kita bertemu di Poseidon, 20 menit lagi. Bagaimana?”

“Arrasseo.”, balas Siwon mantap. “Ngomong-ngomong, bukankah tak apa, kalau aku mengajak seseorang bersama kita?”, tanya Siwon.

Kyuhyun tertawa. “You’re the boss, Hyung.”

“Arrasseo.”, balas Siwon, sambil tertawa. “Kau juga boleh mengajak seseorang. Asistenmu atau…” Siwon menggantungkan kalimatnya, “yeojachingu-mu, mungkin?”

Kyuhyun tertawa. “Yeojachingu? Aku tak punya yeojachingu, Hyung.”, jawab Kyuhyun dengan nada gurauan.

“Jinjja? Mana mungkin, pemuda sukses sepertimu tak memiliki yeojachingu?”, tanya Siwon tak percaya.

“Kenyataannya begitu, Hyung.”, jawab Kyuhyun.

Siwon menghela nafas panjang. “Sepertinya, semua gadis di dunia ini telah buta, karena melewatkan namja sepertimu, Kyu.”, gumam Siwon.

Kyuhyun tertawa kecil. “Ya. Sepertinya, mereka sudah dibutakan oleh pesonamu, Hyung.”, komentar Kyuhyun.

Siwon pun ikut tertawa.

“Ngomong-ngomong, bagaimana dengan dirimu sendiri, Hyung? Sudah memililki seorang yeojachingu?”, tanya Kyuhyun.

“Yah, kau lihat saja nanti.”, kata Siwon dengan nada yang misterius. “Baiklah, kalau begitu. Kurasa, kau harus segera berangkat. Kutunggu di Poseidon, arra?”

“Ne, Hyung.”

“Annyeong, Kyu.”

“Annyeong, Hyung.” Kyuhyun mendengar Siwon sudah memutuskan sambungan teleponnya. Well, sejauh ini, hubungannya dengan Siwon semakin dekat saja. Bahkan, Kyuhyun merasakan sosok seorang kakak laki-laki dalam diri Siwon. Itulah sebabnya, kenapa ia merasa begitu nyaman ketika berbincang dengan Siwon, meski sebenarnya, Siwon tak lebih dari sebatas rekan kerjanya.

Kyuhyun pun segera bangkit dari kursinya dan meraih jas kerjanya dan kunci mobilnya. Ia pun segera melangkah keluar dari ruang kerjanya untuk menuju lapangan parkir, mengambil mobilnya dan mengemudikannya menuju Poseidon Restaurant untuk bertemu Hyung-nya itu.

***

“Hei, Kyu!”

Kyuhyun menyapukan pandangannya ke seluruh sudut Poseidon Restaurant. Dilihatnya sosok Choi Siwon yang duduk di salah satu sudut ruangan seorang diri. Kyuhyun pun melambaikan tangannya ke arah Siwon sambil tersenyum.

Tunggu dulu! Seorang diri? Bukankah Siwon berkata kalau dia akan mengajak seseorang dengannya?

Kyuhyun pun melangkah mendekat ke arah tempat duduk Siwon.

Kyuhyun mengerjap kaget ketika menyadari perbedaan dari sosok yang ada di depan matanya itu. Siwon nampak berbeda dari yang biasanya Kyuhyun lihat. Biasanya, Siwon mengenakan pakaian kerja, seperti kemeja dan jas atau semacamnya. Tapi kali ini, tubuh kekar Siwon dibalut dengan baju santai, kaus berwarna peach yang sangat serasi dengan kulitnya yang berwarna agak gelap dan celana jins hitam. Sungguh, Kyuhyun tak menduga kalau Siwon bisa berpenampilan sesantai ini.

Dia tidak pergi bekerja, eoh?

“Ada apa, Kyu?”, tanya Siwon heran.

Kyuhyun duduk di depan Siwon. “Heran dengan penampilanmu, Hyung. Tak kusangka seorang CEO seperti dirimu memiliki selera style yang bagus. Bahkan, kau bisa berpakaian sesantai ini.”, tutur Kyuhyun.

Siwon tersenyum. “Sepertinya, kau harus bertemu dengan sosok yang telah mengubahkan seperti ini.”, kata Siwon dengan misterius.

Kyuhyun hanya tersenyum. “Oh ya, Hyung. Bukankah kau datang bersama seseorang?”, tanya Kyuhyun memastikan.

“Ya. Aku memang datang dengan seseorang. Tapi, dia sedang ke toilet.”, jawab Siwon.

Kyuhyun hanya ber-oh-ria.

“Sepertinya, kau adalah namja yang kaku, eoh? Bahkan, untuk acara santai seperti ini, kau masih mengenakan pakaian kerja.”, komentar Siwon.

“Tak ada banyak waktu untuk mengganti pakaianku, Hyung.”, jawab Kyuhyun. “Lagipula, aku sedang menemui seorang CEO sepertimu, jadi aku harus berpenampilan sopan dan rapi.”, imbuhnya.

Siwon terkekeh. “Baiklah. Terserah kau saja, Kyu.”, kata Siwon pasrah. “Bagaimana kalau kita memesan makanan terlebih dahulu?”, usul Siwon.

“Eh? Terserah Hyung saja.”, balas Kyuhyun. “Bagaimana dengan ‘teman’ Hyung?”, tanya Kyuhyun sambil menekankan pada kata ‘teman’.

Siwon mendongak. “Nah, itu dia sudah kembali.” Siwon menunjuk ke arah belakang Kyuhyun.

Kyuhyun menolehkan kepalanya dan melihat sesosok gadis yang berjalan ke arahnya. Gadis itu sedang tertunduk, melihat ke arah tas jinjing yang dibawanya.

“Hei, Summer!”, seru Siwon.

Gadis itu mendongakkan kepalanya.

Otak Kyuhyun bekerja dengan cepat. Ia mengenali gadis itu. “S-sooyoung?”

TBC

***

Benarkah gadis itu adalah Sooyoung? Gadis yang dicintai Kyuhyun di masa lalu?

Lalu, apa hubungan gadis itu dengan Siwon?

Bagaimana pertemuan antara Kyuhyun dengan gadis itu?

Kalau benar gadis itu adalah Sooyoung, apakah Kyuhyun masih memperjuangkan cintanya?

Atau Kyuhyun akan mengalah saja dan membiarkan gadis itu bersama Siwon?

Kejutan apa saja yang akan terjadi selanjutnya?

***

Well, chap. 1-nya sangat menggantung sekali, ya? Hahaha😀

Inilah hobi saya. Bikin FF dengan ending yang menggantung. Tapi tenang saja, saya akan segera publish lanjutannya, kok. Hohoho~

Jadi, ditunggu saja ya😀

Seperti biasa, saya minta komentar dari readers, okay?

3 responses to “[Series] Coffee – Chapter 1

Mind to Leave Your Trail?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s