[Oneshot] Chocolate

Chocolate

Title : Chocolate

Author : Jung Minrin

Main Cast : Cho Kyuhyun – Choi Sooyoung

Support Cast : Shim Changmin – Im Yoona

Rating : General

Genre : Romance, Friendship, Humor, School Life

Length : Ficlet

Disclaimer : I just own the story ^_^

Aloha!! Ini adalah FF pertamaku.

Saya harap, para readers tertarik untuk membacanya dan memberikan komentar, baik berupa saran maupun kritikan.

Ya udah, deh. Nggak usah banyak omong, silakan mulai membaca.

***

Kyuhyun’s POV

“Aku suka COKLAT!!!”

Kudengar suara teriakan yeoja yang sangat kukenal. Kuedarkan pandangan, mencari sumber suara tersebut.

Nah! Benar, kan? Itu adalah suara yeoja idamanku. Choi Sooyoung. Yeoja berwajah imut dan berperawakan tinggi. Ia adalah yeoja yang ramah dan murah senyum. Wajar saja, kalau banyak namja di sekolah ini yang mengidamkannya dan berusaha untuk menjadi namjachingu-nya.

Aku?

Ah, mimpi saja tak berani. Sainganku memang terlalu berat. Namja-namja top dan keren di sekolah sudah saling bersaing dengan susah payah. Kalau aku ikutan, maka aku akan segera didepak dari perburuan gelar sebagai namjachingu-nya Sooyoung. Padahal sebenarnya, aku tidak sejelek itu, kok. Banyak yeoja yang berusaha mendekatiku dan berharap bisa menjadi yeojachingu-ku. Dan menurut Changmin, sahabat dekatku, aku pantas bersaing untuk mendapatkan cinta Sooyoung. Aku memang tampan, berperawakan tinggi, berasal dari keluarga kaya, memiliki suara yang bagus dan jenius Matematika. Tapi entah kenapa, aku tidak merasa percaya diri untuk mendekati Sooyoung.

Kupandangi terus Sooyoung yang tengah asyik berbincang dengan teman-temannya.

Aku mulai merenungkan ucapan Sooyoung tadi. Jadi, dia suka coklat, ya?

BUK!

Ada seseorang yang menepuk pundakku. Aku menoleh ke arah belakang dan mendapati sosok Changmin disana.

“Apa yang kau lakukan? Melamunkan Sooyoung, ya?”, celetuk Changmin. “Mmpf.” Aku segera membungkam mulut besar Changmin itu.

“Jangan bicara keras-keras! Bagaimana kalau dia sampai dengar?”, tanyaku jengkel, sambil menarik tanganku dari mulutnya.

Changmin tertawa renyah sambil menjatuhkan tubuhnya di kursi kosong di sampingku. “Bukankah akan jauh lebih baik kalau dia mengetahui perasaanmu, hm?”

Aku mendengus kesal. “Tapi bukan seperti itu caranya, babo!”

“Huh! Kau mengataiku babo? Kau pikir, kau sendiri tidak babo, apa?!”, tanya Changmin, sambil bangkit dari duduknya. “Hanya orang babo yang tidak berani menyatakan perasaannya pada orang yang disukainya.”, imbuhnya.

“Kau pikir kau juga berani menyatakan cintamu pada Yoona, hah?”, balasku.

Changmin membuang muka. “Aku memang belum menyatakan cintaku pada Yoona. Tapi kan, setidaknya aku sudah berusaha mendekatinya. Aku tidak sepertimu. Dasar Pengecut!”

“Aku bukan pengecut!”

“Kalau begitu buktikan.”, pinta Changmin.

Aku menggigit bibir bawahku. Changmin memang selalu berhasil mengelabuhiku dan membuatku terjebak dalam perangkapnya seperti yang sedang terjadi saat ini. Ah, bagaimana ini? Apa aku harus menyetujuinya saja?

“B-baiklah.”, jawabku ragu. “Tapi, ada satu syarat.”

“Apa itu?” Changmin nampak penasaran.

“Kau juga harus berusaha mendekati Yoona dan menyatakan perasaanmu padanya. Bagaimana?”, tantangku.

Changmin memandang ke langit-langit, seolah sedang mencari jawaban. “Baiklah. Aku terima tantanganmu.”, jawab Changmin, akhirnya.

Oke. Sekarang, aku harus mulai berusaha mendekati Sooyoung dan menyatakan perasaanku padanya. Setidaknya, aku sudah memiliki satu kata kunci untuk mendekatinya: COKLAT.

Kyuhyun’s POV end

***

Author’s POV

“Lihat itu siapa!!”

Kyuhyun yang bersandar malas pada dinding lorong sekolah itu, langsung terlonjak kaget setelah mendengar pekikan Changmin yang berdiri tepat di samping Kyuhyun. “Siapa? Siapa?”, tanya Kyuhyun tak kalah heboh, sambil celingukan kesana kemari.

“Itu, itu! Ada Sooyoung, Yoona dan teman-temannya baru saja datang.”, jelas Changmin, nampak semangat.

Kyuhyun mendesah pelan, lalu menyandarkan tubuhnya pada dinding kembali. “Memangnya, kenapa?”

“Kau tak ingat dengan tantangan kemarin? Kau tak ingin mendekatinya?”, tanya Changmin heran sambil menatap Kyuhyun lekat.

“Kau sendiri, bagaimana? Tidak ingin mendekati Yoona?”, balas Kyuhyun.

“Ah. Kalau itu sih, tentu saja!”, seru Changmin.

“Ya sudah. Pergi sana!”, usir Kyuhyun sambil melambai-lambaikan kedua tangannya.

“Kau tidak ingin ikut?”, tanya Changmin.

“Aku punya cara tersendiri untuk mendekatinya.”

Author’s POV end

Sooyoung’s POV

“Hai Yoona!”

Aku sedang berjalan dengan teman-temanku saat tiba-tiba Changmin menghampiri kami. Changmin segera mengambil posisi di samping Yoona. Akhir-akhir ini, namja yang satu ini memang nampak sering mendekati Yoona. Apa Changmin menyukai Yoona? Ah, entahlah.

“Hai juga semuanya!”, sapa Changmin lagi, sambil melemparkan senyum kepada kami satu per satu.

Aku hanya membalasnya dengan senyuman tipis.

Akhir-akhir ini, aku pusing memikirkan berbagai namja yang mengusik kehidupanku. Sebenarnya, aku tahu, bahwa tujuan mereka adalah mengharap agar aku bisa menerima cinta salah satu dari mereka. Tapi, ugh! Lama-lama, aku juga jenuh meladeni mereka semua. Padahal, aku tidak bisa bersikap cuek pada mereka. Pada dasarnya, aku memang selalu berusaha bersikap ramah pada setiap orang.

“Lihat, Sooyoung! Apa itu?”, pekik Yoona, yang mengagetkan lamunanku.

Ah, ternyata aku sudah sampai di kelas. Jari telunjuk Yoona menuju ke arah sebuah kotak berwarna coklat yang terletak di mejaku. “Apa ini?”, tanyaku bingung sambil mengambil kotak tersebut. Kotak tersebut agak berat. Hmm, kira-kira, apa isinya, ya??

“Buka saja, Sooyoung!”, perintah Yoona semangat.

“Baiklah.” Aku pun membuka kotak itu perlahan. Tiba-tiba, aroma coklat yang semerbak pun langsung tercium. Terpampanglah potongan-potongan coklat yang nampak imut, lucu, dan manis. Tapi, sayangnya…

Sooyoung’s POV end

Author’s POV

“Ada surat pengirimnya!”, seru Yoona, sambil menarik secari kertas yang terselip dalam kotak coklat tersebut. Yoona dengan cekatan membuka surat tersebut dan mulai membacanya. Sooyoung hanya melirik sekilas. Sementara itu, murid lainnya yang sedang ada di dalam kelas juga ikut mengintip dari balik punggung Yoona.

“Dear Choi Sooyoung!”, ucap Yoona lantang. “Aku hanyalah seorang pemimpi. Pemimpi yang bermimpi untuk mendapatkanmu, meski aku bukanlah orang yang sempurna. Namun, kaulah yang membuat semua mimpiku menjadi sempurna.”, lanjut Yoona. “Penggemar rahasiamu,”

Tiba-tiba saja, Yoona terhenti. Matanya berputar kesana kemari, mencari sesuatu. “C-cho Kyuhyun??!”, ucap dengan bibir yang tergetar.

“MWO? Cho Kyuhyun??!”, teriak seluruh murid kompak, termasuk Sooyoung.

Sooyoung pun mengedarkan pandangannya ke sekeliling, lalu terhenti pada sosok pemuda yang berdiri di dekat pintu. “C-cho Kyuhyun-ssi? K-kau yang mengirimkan coklat ini?”, tanya Sooyoung dengan suara yang bergetar.

Kyuhyun mengangguk sambil menyunggingkan senyumannya. “Ne. Akulah pengirimnya.”, jawab Kyuhyun, lalu melangkah mendekat ke arah segerombolan murid yang mengerumuni Sooyoung dan Yoona. “Sudah sejak lama, aku mengagumimu, Sooyoung. Maukah kau menjadi yeojachingu-ku?”, tanya Kyuhyun, langsung to the point.

Sooyoung nampak kelabakan dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal itu. “K-kau terlalu cepat, Kyuhyun-ssi.”, balas Sooyoung. “Dan kenapa kau mengirimiku coklat?”

Kyuhyun mengerutkan keningnya. “Kau suka coklat, bukan?”, tanya Kyuhyun memastikan.

Sooyoung tertawa renyah mendengar pertanyaan Kyuhyun. “Jadi, kau pikir aku suka coklat?”

Kyuhyun mengangguk, masih nampak bingung.

Sooyoung kembali tertawa. “Aku sudah lama memutuskan untuk menjauhkan diri dari coklat, Kyuhyun-ssi. Coklat sangat tidak bersahabat pada tubuhku. Makanya, aku tidak menyukainya dan tidak mengkonsumsinya lagi.”, tuturnya.

“T-tapi, kemarin kudengar kalau kau mengatakan kalau kau suka coklat.”, ucap Kyuhyun.

Sooyoung nampak mengingat-ingat. “Ah, itu!”, seru Sooyoung. “Kemarin, sebenarnya aku sedang membicarakan bahwa aku menyukai namja berkulit coklat. Bukan aku yang menyukai coklat. Kau sudah salah paham, Kyuhyun-ssi.”, jelas Sooyoung.

“Eh? J-jadi begitu?”

Sooyoung mengangguk. “Maaf ya, Kyuhyun-ssi. Aku tidak bisa menjadi yeojachingu-mu karena kau tidak memiliki kulit coklat.”, ucap Sooyoung, lalu berjalan mendekati Kyuhyun. Sooyoung mendekatkan bibirnya ke telinga Kyuhyun. “Nice try, Mr. Cho.” Sooyoung pun berjalan melewati Kyuhyun

Terdengar riuh tawa yang membahana di dalam kelas. Sementara itu, Kyuhyun hanya bisa tertunduk malu sambil terus meratapi kekonyolannya.

“Jadi, ini cara tersendiri yang kau maksud untuk mendekati Sooyoung?”, tanya Changmin sambil terus menertawakan Kyuhyun.

END

***

Nah, gimana readers, FF saya ini? Bagus, gak? Aneh, ya?

Apapun pendapat readers, mohon tinggalkan komentar, ya.

Need sequel?

2 responses to “[Oneshot] Chocolate

    • Iya, mungkin kamu emang udah baca di blog lain. Ini aku lagi repost di blog pribadiku. Makasih udah baca.
      Aku udah punya lanjutannya, kok. Tunggu, ya ^^

Mind to Leave Your Trail?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s